Gelar Kongres I, API Kartini Angkat Isu Politik Perempuan

Aksi Perempuan Indonesia (API) Kartini akan menggelar Kongres pertamanya pada 8-10 Maret mendatang. Sebagai tema Kongres, organisasi yang lahir pada Desember 2014 ini mengangkat isu politik perempuan.

Menurut Ketua Umum API Kartini Minaria Christin Natalia, sekarang ini perempuan berhadapan persoalan ketimpangan, kemiskinan dan mahalnya harga kebutuhan dasar.

Di sisi lain, lanjut dia, perempuan juga masih rentan sebagai objek kekerasan dan perlakuan diskriminatif. Sebagai catatan, pada 2016 ada 259.160 kasus kekerasan terhadap perempuan.

“Dua persoalan itu ada kaitannya dengan keterwakilan perempuan dalam politik yang masih minim, yang menyebabkan suara perempuan dalam kebijakan politik juga kecil,” kata Minaria kepada berdikarionline.com, Selasa (6/3/2018).

Menurut dia, masih kecilnya suara perempuan dalam pengambilan kebijakan politik berkontribusi pada banyaknya kebijakan politik yang merugikan perempuan.

“Catatan Komnas Perempuan dari 2009 hingga 2016, ada 421 kebijakan diskriminatif yang dikeluarkan pemerintah daerah,” ungkapnya.

Minaria menjelaskan, Kongres API Kartini akan berusaha menjawab berbagai persoalan tersebut dan merumuskan strategi maupun program untuk memajukan politik perempuan.

Untuk diketahui, pembukaan kongres I API Kartini akan bertempat di Wisma PKBI, Kebayoran baru, Jakarta, dengan dihadiri 300-an peserta.

Acara pembukaan akan disemarakkan dengan pidato sambutan sejumlah tokoh perempuan, pesan solidaritas, paduan suara, dan tari-tarian.

Rini Hartono

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut