Di Kongres API Kartini, Ketum PRD: Ada Dua Persoalan Pokok Rakyat Indonesia

Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD) Agus Priyono menyinggung dua persoalan besar yang menghambat terwujudnya cita-cita kemerdekaan.

“Dua persoalan besar ini, soal kesenjangan ekonomi dan ancaman terhadap persatuan nasional, yang menghambat bangsa ini pada cita-cita kemerdekaan,” katanya di Pembukaan Kongres Aksi Perempuan Indonesia (API) Kartini di Wisma PKBI, Jakarta Selatan, Kamis (8/3/2018).

Dia merujuk pada data Oxfam yang menyebut bahwa 1 persen penduduk terkaya menguasai hampir 50 persen dari aset dan kekayaan nasional.

Sedangkan laporan Credit Suisse, pada 2017, menyebut 1 persen orang terkaya di Indonesia menguasai 49,3 persen kekayaan nasional.

“Akibat kesenjangan itu, kebahagian hanya dinikmati segelintir orang lain. Sementara mayoritas belum menikmati kesejahteraan dan kebahagiaan,” terangnya.

Di sisi lain, lanjut dia, sejak Pemilu Presiden tahun 2014, bangsa Indonesia terpolarisasi dalam politik kebencian yang mengancam persatuan nasional.

“Persatuan nasional kita sedang diuji. Sebentar lagi ada Pilkada dan Pemilu 2019,” ujarnya.

Selanjutnya, Agus mengajak API Kartini turut terlibat dalam mengatasi dua persoalan tersebut. Sebab, tegak dan majunya bangsa ini antara lain terletak di tangan perempuan.

“Organisasi perempuan harus bergandengan tangan dengan organisasi rakyat lainnya dalam perjuangan memujudkan masyarakat adil dan makmur,” tegasnya.

Dia berpesan agar organisasi perempuan yang lahir pada Desember 2014 ini bisa menjadi obor yang menerangi perjuangan rakyat Indonesia.

“Hei, API Kartini, nyalakan obor dalam jiwamu, untuk menerangi kaum perempuan dan bangsa Indonesia. Nyalakan api perjuanganmu untuk merebut kesejahteraan,” serunya.

Kongres I API Kartini digelar di Wisma PKBI, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kongres ini dihadiri oleh perwakilan struktur dan jaringan API Kartini dari 20 Provinsi di Indonesia.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut