Dua Mahasiswa Bengkulu Ditangkap Saat Aksi Anti-Korupsi

Aksi-Bengkulu.jpg

Aksi demonstrasi memperingati Hari Anti-Korupsi Sedunia di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bengkulu, Senin (9/12), berakhir bentrok. Dua aktivis mahasiswa ditangkap oleh pihak Kepolisian.

Kedua mahasiswa yang ditangkap itu bernama Yusuf Sugianto, aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), dan Oky Alexander, aktivis dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Berdasarkan kronologis yang diterima Berdikari Online, bentrokan antara massa aksi yang tergabung dalam Cipayung Plus dengan pihak kepolisian pecah setelah kedua belah pihak terlibat aksi saling dorong.

Polisi mengejar dan memukuli sejumlah mahasiswa. Beberapa mahasiswa mengaku ditendangi dan dipukuli di bagian kepala. Sementara Yusuf dan Oky dikerubuti oleh 5-10 orang Polisi.

Karena terdesak, massa aksi pun mundur ke daerah Simpang Lima. Di sana mereka menggelar orasi dan mengecam aksi brutal pihak kepolisian terhadap aksi demonstrasi damai mahasiswa.

Awalnya aksi demonstrasi yang digelar oleh Cipayung Plus ini berjalan damai. Mereka memulai aksinya dari Masjid Jamik Bengkulu, lalu bergerak ke Simpang Lima, dan kemudian mengarah ke kantor Kajati Bengkulu.

Dalam aksinya mahasiswa mengusung empat tuntutan pokok, yakni penuntasan korupsi Tahun Jamak Kabupaten Seluma, pengusutan dugaan korupsi yang melibatkan PT. Bengkulu Mandiri, dugaan korupsi pasar percontohan Panorama, dan dugaan korupsi di RSUD M Yunus.

“Kita malu, Bengkulu ini provinsi kecil di Indonesia, tetapi korupsinya terbesar ketiga,” kata Arif, seorang aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Cipayung Plus sendiri merupakan gabungan sejumlah organisasi mahasiswa, seperti HMI, GMKI, PMKRI, GMNI, PMII, plus LMND, IMM, dan Bengkulu Muda Community.

Rudi Nurdiansyah/Rassela Melinda

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut