DPR Pertanyakan Komitmen Calon Kapolri, Timur Pradopo

JAKARTA: Uji kepatutan dan kelayakan calon Kapolri yang baru, Timur Pradopo, diwarnai pertanyaan-pertanyaan seputar komitmen dia dalam memberantas korupsi di negeri ini, terutama kasus bank century.

Pertanyaan soal ini langsung dimuntahkan oleh anggota Komisi III DPR, Gayus Lumbuun, yang juga politisi PDI Perjuangan. Gayus, yang melihat pemaparan Komjen Timur pradopo tidak menyinggung persoalan korupsi, menyatakan bahwa pemberantasan korupsi merupakan persoalan yang sangat penting.

Pertanyaan hampir senada juga disampaikan oleh anggota Komisi III DPR lainnya, Syarifuddin Suding, dari partai Hanura. Ia menganggap persoalan century ini telah berhenti di tengah jalan.

“Di Kepolisian banyak kasus menonjol, kasus Century misalnya. Berapa lama bisa selesaikan kasus Century agar ada kepastian hukum?” tanya Suding kepada Timur Pradopo.

Selain kasus korupsi, anggota Komisi III DPR mempertanyakan kasus tragedi Trisakti dan Semanggi, dimana Timur disebut-sebut tersangkut dalam kasus tersebut.

10 program prioritas dan 10 Komitmen

Sementara Komjen Timur Pradopo yang diberi kesempatan untuk memberi pemaparan saat fit and proper test, menjelaskan 10 program prioritas dan 10 komitmen jika dirinya terpilih sebagai Kapolri.

Adapun 10 program prioritas itu, antara lain, pengungkapan kasus-kasus menonjol, pemberantasan preman, penguatan kemampuan Densus 88 anti-teror, memacu perubahan mindset dan culture set POLRI, mengembangkan layanan sistim elektronik, dan pembenahan kerja reserse.

Sementara untuk menyakinkan DPR dan rakyat Indonesia, Komjen Timur Pradopo akan mengajukan 10 komitmen, diantaranya, memastikan penuntasan perkara yang memenuhi rasa keadilan masyarakat, memberikan pelayanan publik yang baik, menunjukkan sikap kepimimpinan yang teladan, Menerapkan prinsip reward and punishment, dan Menjaga integritas dengan bersikap tidak menyalahgunakan wewenang, transparan, akuntabel, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia, etika, dan moral.

Komisi III dijadwalkan mengeluarkan keputusan atas pencalonan Timur Pradopo malam ini. Ada banyak sinyalemen bahwa mantan Kapolda Metrojaya ini tidak akan mendapat sandungan yang berarti.

Bahkan, beberapa fraksi sudah menyatakan bersedia untuk “mengamankan’ Timur Pradopo. Hal ini, bagaimanapun, patut disayangkan karena DPR tidak melihat kepentingan yang lebih luas, namun cenderung berjalan berdasarkan kompromi dan kesepakatan-kesepakatan politik tertutup. (KS)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut