Pertemuan Anti-Imperialisme Berlangsung Di Bolivia

ilustrasi.jpg

Sedikitnya 1200-an delegasi dari 18 negara di dunia menghadiri pertemuan Anti-imperialisme di kota Cochabamba, Bolivia. Pertemuan itu berlangsung sejak 31 Juli lalu hingga 2 Agustus 2013.

Dalam pertemuan tiga hari itu, para delegasi membahas isu-isu besar, seperti strategi pembebasan di benua Amerika Latin, integrasi regional, dan persoalan kehadiran imperialisme di Amerika Latin.

Di sesi pembukaan, perwakilan gerakan sosial dan politik dari Perancis dan Spanyol meminta maaf kepada Bolivia terkait kasus penyanderaan pesaat Evo Morales. “Saya meminta maaf atas nama pejuang dan kaum demokrat di Perancis,” kata Jean Ortiz, yang mewakili gerakan sosial-politik Perancis. Hal senana disampaikan oleh Willy Toledo, yang mewakili Spanyol.

Juga di acara pembukan, Wakil Presiden Bolivia Alvaro Linera menyebut pertemuan ini sebagai permulaan dari gelombang baru untuk melihat masa depan. “Persatuan tidak akan terkalahkan. Mereka (negara kapitalis) sudah dekaden. Revolusi dunia sudah di hadapan kita, sebuah revolusi rakyat untuk merebut kebebasan, kesetaraan, kesejahteraan, dan kehidupan yang layak,” ujarnya.

Juanita Ancieta, Sekretaris Jenderal Konfederasi Petani Perempuan Bolivia, memulai sesi pertemuan dengan sebuah proposal untuk menciptakan sebuah alat politik yang akan memperjuangkan pembebasan Amerika Latin sepenuhnya dari cengkeraman imperialisme.

Pada pertemuan hari kedua, peserta membahas sejumlah isu hangat di Amerika Latin, seperti tuntutan mengakhiri blokade imperialis terhadap Kuba, pembebasan 5 pejuang anti-teroris Kuba, hak Argentina terhadap kepulauan Falkland, dan hak Bolivia mengakses Samudera Pasifik.

Pertemuan juga menyerukan penghapusan semua pangkalan militer AS di Amerika latin, mengakhiri kesewenang-wenangan terhadap para tahanan di Guantanamo, dan pengusiran terhadap tentara AS yang masih berada di Amerika Latin.

Di hari ketiga, Presiden Evo Morales hadir di pertemuan. Ia mengajak semua organisasi sosial dan pemerintahan kiri bekerjasama dan bahu-membahu membangun arus besar anti-imperialisme dan aksi konkret untuk masa depan yang lebih baik.

Pertemuan ini menyepakati tanggal 2 Agustus sebagai Hari Anti-Imperialisme. Tak hanya itu, untuk menandai hasil pertemuan ini, jutaan orang menggelar pawai bersama di sekitar Avenida Blanco Galindo.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut