LMND Sultra ‘Ngamen” Untuk Bantu Korban Banjir

Banjir.jpg

Banjir besar yang melanda sebagian besar kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara, termasuk Ibukota Kendari, pada pertengahan Juli 2013 lalu, menyisakan kerugian dan penderitaan yang tak terkira bagi warga setempat.

Merasa tergerak untuk meringankan beban penderitaan rakyat di sekitarnya, aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sulawesi Tenggara menggelar aksi ‘ngamen” untuk menggalang bantuan bagi korban banjir.

Kegiatan ini berlangsung seminggu penuh, yakni dari tanggal 23 juli hingga 30 Juli 2013. “Aksi ngamen ini kami lakukan di dua titik keramaian di kota Kendari, yakni lampu merah eks-MTQ dan lampu merah Wua-wua,” kata Ketua LMND Sultra, Saddang Nur, Sabtu (3/8/2013).

Siang tadi, LMND Sultra mulai mendistribusikan bantuan yang berhasil dikumpulkan. Penyerahan bantuan dilakukan di dua titik, yakni di desa Lamokula, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan dan kelurahan Wanggu, Kecamatan Baruga, kota Kendari.

Menurut Saddang, sebagai organisasi mahasiswa yang aktif memperjuangkan hak-hak rakyat, LMND terpanggil untuk melakukan segala hal guna sedikit mengurangi beban korban banjir.

Ia berharap, dengan kegiatan yang sudah digelar LMND ini, organisasi mahasiswa dan pemuda yang lain di Sultra juga tergerak untuk melakukan hal yang sama. “Saya rasa, sebagai pemuda dan mahasiswa, yang notabene anak rakyat juga, tidak ada alasan untuk berpangku tangan menyaksikan penderitaan rakyat,” tegasnya.

Selain menggalang bantuan dana bagi korban banjir, LMND juga memberikan advokasi bagi anak sekolah yang kehilangan ijazah pada saat banjir tanggal 16 Juli lalu.

“Untuk pengurusan ijazah ini, kami akan berupaya untuk bekerja sama dengan pemerintah setempat,” kata Saddang.

Untuk diketahui, pada tanggal 16 Juli 2013 lalu, Sulawesi Tenggara dilanda banjir besar. Sebanyak 9 kabupaten/kota dari 12 kabupaten/kota di Sultra terendam banjir.

Wiwin Irawan

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut