Bolivia Sukses Berantas Separuh Kemiskinan Ekstrim

Bolivia, negeri yang lebih dari separuh penduduknya adalah kaum pribumi, terus meraih sukses besar dalam memerangi kemiskinan dan ketimpangan.

Sungguh luar biasa, hanya dalam tempo 10 tahun, Bolivia berhasil mengurangi separuh kemiskinan ekstrim di negerinya. Pada tahun 2006, ketika Evo Morales baru berkuasa, kemiskinan ekstrim mencapai 38,2 persen. Tetapi di tahun 2016, kemiskinan ekstrim tinggal 16,8 persen.

“Lebih dari 2 juta orang berhasil dibebaskan dari kemiskinan ekstrim,” kata Wakil Menteri Fiskal dan Anggaran Bolivia, Jaime Durán.

Sebelum tahun 2006, angka kemiskinan di Bolivia sangat tinggi: lebih dari separuh penduduknya. Sebagian besar kemiskinan itu mencekik kaum pribumi. Bahkan, saking miskinnya, kemiskinan Bolivia seringkali dibandingkan dengan negara-negara Afrika, bukan dengan negara-negara sekitarnya di Amerika latin.

Baru-baru ini Bank Dunia mengakui Bolivia merupakan juara di dunia dalam menaikkan ekonomi 40 persen penduduk termiskin di negerinya.

Pemerintahan Morales sendiri belum puas. Dia berambisi menurunkan kemiskinan ekstrim di negeri berpenduduk 11 juta jiwa itu hingga 9,5 persen pada 2020.

Tingkat ketimpangan di Bolivia juga menurun. Pada tahun 2005, 10 persen penduduk punya kekayaan 128 kali lipat dibanding 10 persen penduduk termiskin. Namun, pada 2015, ketimpangan itu tinggal 37 kali.

Sejak beberapa tahun terakhir, ekonomi Bolivia terus tumbuh di atas 5 persen. Di sisi lain, pemerintahan sosialis aktif mendorong redistribusi ekonomi melalui berbagai program sosial dan program pemberantasan kemiskinan.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut