Besok, PRD Kembali Gelar Diskusi Tentang Gerakan Pasal 33

Sebagai upaya untuk menajamkan perjuangan anti-imperialisme di Indonesia, Partai Rakyat Demokratik (PRD) akan meluncurkan sebuah gerakan yang diberi nama “Gerakan Pasal 33”.

Penggunaan “pasal 33” sendiri mengacu pada semangat dan filosofi ekonomi yang terkandung dalam pasal 33 UUD 1945 sebelum diamandemen. Dengan gerakan ini, PRD berharap bisa membangun gerakan anti-imperialis yang lahir dari problem pokok rakyat Indonesia, yaitu penjajahan asing, sehingga tidak perlu terjebak pada respon momentuman.

Untuk itu, sebagai prakondisi menuju peluncuran gerakan ini, KPP PRD secara rutin menggelar diskusi untuk membedah pasal 33 UUD 1945. Diskusi rutin ini sudah berjalan dua kali dan berlangsung sangat sukses.

Besok, Jumat (15/7), KPP PRD kembali akan menggelar diskusi seri ke-3 dengan mengambil tema: “Mengembalikan kedaulatan bangsa melalui gerakan pasal 33”.

Tampil sebagai pembicara adalah perwakilan berbagai organisasi pergerakan, diantaranya: Iwan Nurdin (KPA), Stefanus Gusma (PMKRI), Mika Darmawan (KPO-PRP), Masinton Pasaribu (Repdem), Marwan Batubara (Anggota DPD-RI), dan Dominggus Oktavianus (PRD).

Menurut ketua panitia, Yudi Budi Wibowo, diskusi besok akan lebih fokus membahas soal pembangunan gerakan anti-imperialisme. “Kemarin-kemarin kami sudah mendiskusi soal filsofi pasal 33, lalu mendiskusikan aspek konstitusionalnya, dan sekarang akan membahas aspek gerakannya,” katanya.

Diskusi akan dimulai pukul 14. OO WIB sampai pukul 17.00 WIB. Diskusi ini akan dilangsungkan di kantor KPP PRD di Jalan Tebet Dalam II.G nomor 1, Jakarta Selatan.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut