Batal Ditemui Presiden Jokowi, BEM SI Kecewa

Pembatalan rencana pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan perwakilan mahasiswa, yang direncanakan berlangsung pada hari Senin (25/5) besok, membuat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia.

Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia Ahmad Khairudin Syam, pembatalan pertemuan secara sepihak itu merupakan bentuk inkonsistensi pemerintah dan pembohongan publik.

“Kami sangat kecewa. Istana adalah pembohong,” kata Ahmad melalui siaran pers yang diterima oleh Berdikari Online, Minggu (24/5/2015).

Menurut Ahmad, inisiatif mahasiswa untuk membawa Presiden Joko Widodo ke ruang publik pada aksi tanggal 21 Mei lalu bukan untuk minta makan siang, foto-foto atau yang lainnya, melainkan untuk melihat respon Presiden terhadap tuntutan mahasiswa.

“Kami butuh sikap Presiden terhadap dua tuntutan kami, yaitu pemerintah harus segera mencabut kebijakan menyerahkan harga BBM pada mekanisme pasar bebas dan mengambil alih 100 persen kekayaan dan aset blok mahkam dan Freeport,” tegasnya.

Terkait kejadian ini, Ahmad mengungkapkan, BEM SI akan melakukan konsolidasi, bergerak, mengkritik pemerintah, dan menekan kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak pro-rakyat.

Untuk diketahui, pada aksi tanggal 21 Mei 2015 di depan Istana Negara, perwakilan BEM SI bertemu dengan perwakilan pejabat Istana, seperti Luhut Binsar Pandjaitan (Kepala Staf Kepresidenan), Pratikno (Menteri Sekretaris Negara), Andi Widjayanto (Sekretaris Kabinet), Andrinof Chaniago (Menteri Bappenas), dan Teten Masduki (Staf Khusus Seskab).

Para pejabat tersebut memberi tahu bahwa Presiden Joko Widodo akan bertemu dengan perwakilan mahasiswa untuk menyampaikan sikapnya terkait tuntutan mahasiswa. Pertemuan itu direncanakan berlangsung hari Senin (25/5) besok dan disiarkan langsung oleh berbagai stasiun TV.

Selain itu, pada saat aksi tanggal 21 Mei lalu, Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan juga keluar menemui ribuan mahasiswa yang sedang menggelar aksi. Dari atas mobil komando, mantan Kopassus ini mengatakan Presiden Joko Widodo bersedia menemui perwakilan mahasiswa.

“Kami sudah berdiskusi dengan mahasiswa. Diskusi berjalan baik meski alot, para mahasiswa punya pemikiran yang matang. Saya ingin mengatakan, Presiden akan bertemu dengan adik-adik mahasiswa pada hari Senin,” kata Luhut, Kamis (21/5/2015) petang.

Namun, pada hari Sabtu (23/5), pukul 22.47 WIB, Staf Kepresidenan RI memberitahu Koordinator Pusat BEM SI perihal pembatalan pertemuan tersebut.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut