Mahasiswa Universitas Bengkulu Bentuk UKM Teater Besurek

teater

Karena kerinduannya atas kegiatan teater dan seni sastra dalam kehidupan civitas akademika yang melestarikan nilai-nilai kerakyatan, sejumlah mahasiswa Universitas Bengkulu (Unib) membentuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater.

Namanya Teater Besurek. Besurek merupakan bahasa Melayu dialek Bengkulu yang artinya bersurat atau tulisan. UKM Teater ini resmi berdiri tanggal 30 April 2015.

Ketua UKM Teater Basurek Taufik Heriyanto mengatakan, teater ini berupaya menghimpun para mahasiswa yang ingin mengaktualisasikan dirinya secara positif dan konstruktif.

“Dengan adanya teater ini, kami ingin mewadahi, melatih, serta membentuk setiap insan-insan mahasiswa Unib yang mempunyai minat atau ingin mengembangkan bakat teater dan sastra secara umum. Mengingat terjadi kekosongan dalam menyalurkan keinginan-keinginan tersebut selama ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama ini kegiatan teater dan seni sastra Unib tumbuh secara alamiah di kalangan para mahasiswa. Pertumbuhan ini diartikulasikan dalam kelompok-kelompok kecil tanpa pengorganisiran yang rapi.

“Makanya, pada tanggal 30 Maret 2015 yang lalu, Teater Besurek ini kami dirikan. Agar yang terserak-serak itu dapat menyatu dan agar lebih terarah kepada hal-hal yang konstruktif,” ujarnya.

Saat ini, sambung Taufik, Teater Besurek terus melakukan berbagai kegiatan internal. Diantaranya latihan secara rutin pada setiap hari Rabu dan Minggu.

“Tapi kadang-kadang kita latihan juga sesuai kebutuhan. Dan kita selalu hadir dalam event Temu Teman atau singkatan dari Temu Karya Teater Mahasiswa Nusantara secara nasional,” imbuhnya.

Taufik menambahkan, sejauh ini, Teater Besurek telah menghimpun sekitar 50 orang anggota. Dengan banyaknya jumlah anggota ini, Teater Besurek sudah selesai membentuk kepengurusan yang lengkap dan solid.

Teater Besurek telah menampilkan musikalisasi puisi dari karya Taufik Ismail, Beri Daku Sumba, pada perayaan Dies Natalis Unib 2015 lalu. “ Pada bulan Juni 2015 ini kami akan kembali mementaskan naskah drama Serembak karya Emong Soewandi,” ungkapnya.

Sementara itu, menanggapi berdirinya UKM Teater ini, Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Bengkulu, Laiman Akhiri, menyatakan apresiasinya.

“Semoga terus melahirkan karya-karya pembebasan,” katanya.

Ia berharap, UKM Teater Besurek bisa menjadi lembaga sastra alternatif yang punya visi keraktan.

Rudi Revolusionanda

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut