Aliansi Rakyat Banyumas Menolak Kenaikan Harga BBM

Sejak 29 Maret lalu, aksi penolakan kenaikan harga BBM di Banyumas, Jawa Tengah, terus membesar. Salah satu aliansi yang paling getol menolak rencana rezim SBY tersebut adalah Aliansi Rakyat Banyumas Bersatu (Alat Bambu).

Selama tiga hari berturut-turut Alat Bambu menggelar aksi massa. Kemarin, 31 Maret 2011, ratusan massa Alat Bambu berhasil menerobos masuk ke dalam Pendopo Kabupaten Banyumas.

“Kami akan menduduki Pendopo ini jika Bupati Banyumas tidak menemui massa aksi,” teriak Chieka Fitria, aktivis yang juga ketua Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Banyumas.

Sejurus kemudian, pihak Pemkab pun menyanggupi tuntutan massa aksi. Hanya saja, massa aksi disuruh menunggu karena Bupati sedang di luar kantor. Massa pun menggelar orasi-orasi politik secara bergantian.

Sekitar 30 menit kemudian, Bupati akhirnya tiba dan kemudian menemui massa aksi. Dialog yang disertai debat pun terjadi antara massa aksi dengan Bupati. Namun, akhirnya, Bupati menyetujui tuntutan penolakan kenaikan harga BBM.

Meski begitu, kata Bupati, dirinya tidak memegang keputusan perihal terima atau ditolaknya kenaikan harga BBM. Ia menyebut hal itu hanya bisa dilakukan oleh pemerintah pusat. Namun ia berjanji akan menyampaikan tuntutan massa aksi kepada Gubernu Jawa Tengah.

“Saya akan sampaikan kepada yang secara hierarki lebih tinggi dari saya, semua kan ada aturannya, ada rule yang harus dipatuhi, kalau anda sampaikan secara lisan akan saya sampaikan secara lisan, tapi kalau mau lewat tulisan ya saya sampaikan pula dengan menggunakan rekomendasi saya ke Gubernur Jawa Tengah,” ujar Bupati Banyumas, Drs. H. Mardjoko, M.M.

Selain itu, Bupati Banyumas juga dipaksa membacakan pasal 33 UUD 1945 dan menjanjikan akan melaksanakannya di Kabupaten Banyumas. Setelah menyampaikan tuntutannya, massa aksi pun menyudahi aksinya.

UNTUNG SARWONO

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut