PRD Dan SRMI Temanggung Kecam Hasil Sidang Paripurna DPR

Sedikitnya 70-an massa aksi Partai Rakyat Demokratik (PRD) dan Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) menggelar aksi massa di kantor DPRD Temanggung, Sabtu (31/3/2012). Mereka mengecam hasil Sidang Paripurna DPR yang, menurut pandangan massa aksi, justru menyerahkan harga BBM pada mekanisme pasar.

Massa memulai aksinya sekitar pukul 09.30 WIB dari Ngadirejo menuju kantor DPRD. Di sepanjang perjalanan, massa aksi tak henti-hentinya meneriakkan yel-yel “Tolak Kenaikan Harga BBM, Laksanakan Pasal 33 UUD 1945!”.

Kemudian, sesampainya di depan gedung DPRD, massa aksi menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Usai menyanyikan lagu kebangsaan, massa aksi pun mulai menggelar orasi secara bergantian.

“Sidang paripurna hanya dagelan politik yang hasilnya bakal menjerumuskan rakyat dalam penderitaan lebih dalam. Sebab, pengubahan pasal 7 ayat 6 (a) UU APBN-P 2012 telah menyerahkan harga BBM pada mekanisme pasar,” kata Ketua KPK PRD Temanggung, Hariyanto.

Ia mengatakan, konsekuensi ayat itu sangat berbau liberalisasi. “Harga BBM dalam negeri akan disesuaikan dengan mekanisme pasar global. Jika harga BBM di pasar dunia naik, maka harga BBM di dalam negeri pun akan naik,” ujarnya.

Lebih parah lagi, kata Hariyanto, keputusan menaikkan harga BBM sepenuhnya di tangan Presiden. Akibatnya, jika dalam 6 bulan ada kenaikan harga minyak dunia sebesar 15%, maka Presiden bisa menaikkan harga BBM tanpa perlu persetujuan anggota parlemen.

Akhirnya, dalam orasi politik yang berapi-api, Hariyanto menyerukan agar massa rakyat tetap melanjutkan perlawanan, bahkan program dan metode perjuangannya perlu ditingkatkan. “Kita sudah harus menunjukkan solusi programatik kepada rakyat,” tegasnya.

Solusi programatik yang dimaksud Hariyanto adalah pasal 33 UUD 1945. “Inilah landasan perekonomian yang jauh sebelum Indonesia merdeka disusun oleh para pendiri bangsa,” katanya.

Ia mengungkapkan, pasal 33 UUD 1945 mengisyaratkan kepemilikan, pengelolaan, dan peruntukan kekayaan alam harus bermuara kepada massa rakyat, bukan kepada segelintir kapitalis nasional dan asing.

Massa aksi PRD dan SRMI Temanggung ini ditemui oleh anggota DPRD. Ketua DPRD Temanggung, Bambang Karno, yang juga politisi PDI Perjuangan, mengaku menolak kenaikan harga BBM. Sedangkan seorang politisi PAN, yang turut menemui massa aksi, mengaku setuju dengan hasil Sidang Paripurna DPR.

THOLIK M

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut