ARM Yogyakarta Kecam Hasil Sidang Paripurna DPR

ARM Yogyakarta

Keputusan Sidang Paripurna DPR terus menuai kecaman. Di Yogyakarta, sedikitnya 400 aktivis Aliansi Rakyay Menggugat (ARM) membakar replika babi sebagai simbolisasi protes terhadap hasil Sidang Paripurna DPR dan orientasi kebijakan neoliberal rezim SBY-Budiono.

ARM memulai aksinya dari Jalan Abu Bakar Ali menuju Gedung Agung. Di sepanjang jalur aksi, massa aksi ARM sempat singgah di sejumlah tempat untuk berorasi dan mengajak rakyat terus menolak kenaikan harga BBM.

Di depan Gedung Agung, massa aksi sempat memblokir jalan. Akibatnya, polisi pun terpaksa mengalihkan kendaraan yang berusaha melintasi di jalan tersebut.

Selain itu, ARM juga menggelar aksi teatrikal. Pementasan tetrikal ini digawangi langsung oleh mahasiswa ISI Yogyakarta. Mereka berusaha mengeritik politik oportunis yang berlaku di DPR; tidak ada oposisi sejati dan tidak ada koalisi sejati.

Peserta teatrikal saling menampar, meludahi, menjilat dan berpelukan yang dilakukan secara berulang-ulang. Adegan itu hendak menggambarkan situasi politik di Indonesia sekarang ini.

ARM membawa sejumlah tuntutan pokok: 1. Batalkan kenaikan harga BBM, 2. Nasionalisasi aset-aset vital dibawah kontrol rakyat dengan melaksanakan pasal 33 UUD 1945, 3. Turunkan harga sembako dan 4. Laksanakan Reforma Agraria.

ISNAWATI PUJAKESUMA

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut