Ratusan Massa Aksi PRD Protes Hasil Sidang Paripurna DPR

Sedikitnya 200-an massa aksi Partai Rakyat Demokratik (PRD) menggelar aksi massa di kantor RRI dan Istana Negara, Sabtu (31/3/2012). PRD memprotes hasil Sidang Paripurna DPR tadi malam (30/3/2012).

Massa aksi memulai aksinya sekitar pukul 13.00 WIB dari Tugu Patung Kuda menuju kantor RRI. Massa aksi PRD berhasil menerobos masuk ke halaman RRI untuk menyampaikan orasi politik.

Selain itu, PRD meminta waktu beberapa menit untuk menyampaikan sikap politiknya melalui siaran RRI. Permintaan itupun dipenuhi. Pjs Sekjend PRD, Dominggus Oktavianus, membacakan sikap politik PRD di RRI.

PRD menganggap hasil Sidang Paripurna DPR itu, yang mengubah UU APBN-P 2012 Pasal 7 ayat 6 (a), sebagai proses penyerahan harga BBM pada mekanisme pasar dunia. “Ini sepenuhnya berbau liberalisasi minyak,” kata Dominggus.

Padahal, kata Dominggus, perkembangan harga minyak dunia tidak pernah stabil karena ditentukan oleh aksi spekulasi di bursa berjangka komoditi (NYMEX) di Wall Street, Amerika Serikat.

“Ini sama saja menyerahkan kedaulatan bangsa kita, termasuk nasib ratusan juta rakyat kita, kepada segelintir korporasi minyak dan bank-bank raksasa yang tidak mengenal puas mencari untung lewat spekulasi,” tegasnya.

Dalam seruan politiknya, PRD menjelaskan, penyerahan harga BBM kepada mekanisme pasar hanyalah satu bagian dari pengelolaan sumber daya alam yang berbau kolonialistik.

Padahal, seperti diungkapkan PRD, bangsa Indonesia sebetulnya sudah punya landasan konstitusional mengenai pengaturan, pengelolaan, dan peruntukan kekayaan alam bangsa Indonesia.

“Kita sudah punya pasal 33 UUD 1945. Akan tetapi, sejak orde baru sampai sekarang, Pasal 33 UUD 1945 sengaja dikebiri dan diabaikan. Ini menyebabkan rakyat kita tidak menerima keuntungan apa-apa dari kekayaan alam yang melimpah.

Seusai menyampaikan sikap politik melalui RRI, massa aksi pun bergerak menuju Istana Negara. Di sana, turut bergabung pula “Garda Merah”, sayap pemuda dari Forum Komunikasi Tanah Merah Bersatu (FKTMB).

Ketua Umum Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), Wahida Baharuddin Upa, menyebut hasil Sidang Paripurna DPR sebagai “wajah asli dari praktek liberalisasi sektor hilir migas Indonesia”.

“Hasil sidang paripurna itu sangat jelas menyerahkan harga BBM di dalam negeri kepada mekanisme pasar. Nanti, dengan seenaknya, pemerintah bisa menaikkan harga BBM tanpa memerlukan persetujuan DPR,” tegas Wahida.

Aksi massa PRD ini lebih banyak diisi dengan orasi politik. Seorang mantan aktivis Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI), Encing, menyanyikan lagu-lagu perjuangan di era tahun 1960-an.

Situasi di depan istana negara sendiri sangat sepi. Tidak ada aksi massa selain yang digelar oleh massa aksi PRD.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut