GMNI Rohul: Harga BBM Tetap Bakal Naik

Banyak pihak yang menyangka harga BBM ditunda kenaikannya. Dan, sejak 31 April hingga 1 April 2012 ini, aksi-aksi massa menentang kenaikan harga BBM perlahan-lahan mulai mereda.

Namun tidak dengan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Rokan Hulu, Riau. Mereka menyerukan agar perjuangan menolak kenaikan harga BBM tetap dilanjutkan, bahkan perlu diperhebat.

Dalam siaran persnya, Ketua GMNI cabang Rohul, Achmat Rahayu, mengatakan, adanya ketentuan dalam UU APBN-P 2012 Pasal 7 ayat 6 (a) sangat membuka peluang terjadinya kenaikan harga BBM sewaktu-waktu.

“Bahkan pemerintah diberikan kebebasan untuk menaikkan harga BBM kapan saja dengan menyesuaikan fluktuasi harga minyak dunia setelah APBN-P tahun 2012 ini diundangkan,” kata Achmat.

Selain itu, menurutnya, kehadiran pasal 7 ayat 6 (a) dalam UU APBN-P tersebut sangat mencederai semangat para pendiri bangsa yang menghendaki kemandirian ekonomi di negara Republik Indonesia.

Ayat itu juga ditengarai berlawanan dengan Pancasila, sebuah pandangan hidup yang menentang semangat liberalisme. Sebaliknya, kata Achmat, Pancasila menghendaki sebuah sistem ekonomi kerakyatan.

Ia menekankan bahwa Indonesia sebagai salah satu negara penghasil minyak untuk berperan dalam dalam penentuan harga minyak dunia, bukan sebagai negara yang didikte dan tunduk pada harga minyak dunia.

Di akhir seruannya, GMNI Rohul menyerukan kemandirian dalam pengelolaan kekayaan alam, termasuk sumber-sumber energi. Indonesia, kata mereka, tidak boleh terus-menerus terjebak dalam pusaran arus liberalisasi global.

MAHYAR

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut