Ganaspati Kaltim Serukan Gerakan Pasal 33 UUD 1945

Sedikitnya 70-an massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pasal 33 UUD 1945 (Ganaspati) menggelar aksi massa di kantor DPRD Kalimantan Timur, Sabtu (31/3/2012). Mereka menyatakan penolakan terhadap rencana kenaikan harga BBM dan menyerukan pelaksanaan pasal 33 UUD 1945.

Sebelum menggelar aksinya di kantor DPRD, massa aksi Ganaspati ini menggelar aksi di pasar. Di sana, massa aksi mengajak para pedagang untuk bergabung dalam protes kenaikan harga BBM.

Massa aksi juga sempat di pelabuhan Samarinda. Di sana pun massa aksi mengajak massa rakyat agar bergabung. Tidak lama kemudian, massa pun mulai bergerak menuju kantor PLN Samarinda. Karena kantor itu dijaga oleh TNI, massa aksi hanya sempat menggelar orasi-orasi di depan kantor.

Massa pun bergerak ke kantor DPRD Kaltim. Di sana, massa aksi Ganaspati menyatakan sikap menolak kenaikan harga BBM. Sebagai solusinya, massa aksi menyerukan agar penyelenggara negara segera menjalankan pasal 33 UUD 1945.

“Keinginan pemerintah untuk menaikkan harga BBM sangat paradoks dengan realitas kita sebagai negeri yang kaya sumber-sumber energi. Kita punya minyak, gas, dan batubara. Sayangnya, kekayaan energi itu tidak dipakai untuk kepentingan nasional,” kata Ketua PRD Kaltim, Henry Rahen Damanik.

Menurut Henry, pengelolaan energi saat ini sangat berbau kolonialistik. “Saat ini, penguasaan terbesar terhadap sumber-sumber energi itu adalah modal asing. Pengelolaan dan proses produksinya pun dikontrol asing. Dan, tentu saja, sebagian besar keuntungannya diangkut keluar,” katanya.

Padahal, seperti ditegaskan Henry, model pengelolaan yang seperti itu sangat bertolak-belakang dengan konstitusi, yakni pasal 33 UUD 1945. “Jika kita bercermin pada pasal 33 UUD 1945, maka pengelolaan energi itu mesti tetap dibawah kontrol rakyat dan peruntukkannya pun untuk kemakmuran rakyat,” tegasnya.

Ganaspati Kaltim merupakan gabungan dari PRD, LMND, SRMI, HIMAS, dan FPWN.

Andi Nursal

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut