Aktivis Petani Di Riau Dituntut Penjara 1,6 Tahun

Ketua Umum Serikat Tani Riau (STR), Muhamad Ridwan, dipenjara karena membela hak-hak petani dan rakyat kecil.

Dua aktivis yang memperjuangkan hak-hak petani, yakni Muhamad Ridwan (Ketua Umum Serikat Tani Riau) dan Muis (aktivis Front Komunikasi Masyarakat Berdaulat), dituntut penjara 1,6 tahun.

Tuntutan tersebut dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Odit Megonondo SH, dalam sidang lanjutan terhadap kedua aktivis tersebut di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis, Rabu (29/5/2013).

Dalam pembacaan tuntutannya, JPU menuding Muhamad Ridwan dan Muis terbukti melanggar pasal 363 ayat ke 1 dan 4 KUHP tentang pencurian dan Pasal 160 KUHP tentang penghasutan.

Terkait tuduhan penghasutan, JPU Odit Megondondo SH mengatakan, “terdakwa dinyatakan terbukti bersalah dengan mengajak masyarakat mematikan listrik pembangkit di sumur minyak hampir 30 jam.”

Untuk diketahui, Ridwan dan Muis ditangkap oleh kepolisian pada awal Februari 2013 lalu. Polisi beralasan, kedua aktivis itu telah melakukan penghasutan dan perbuatan tidak menyenangkan.

Namun, belakangan diketahui bahwa penangkapan kedua aktivis ini didorong oleh pelaporan PT. EMP Malacca Strait. Memang, kedua aktivis ini sangat gencar melakukan advokasi terhadap buruh di PT. EMP.

Tak hanya itu, Ridwan dan Muis juga terlibat dalam membela hak-hak petani, terutama petani di Pulau Padang, Kepulauan Meranti, yang sedang berjuang melawan keserakahan PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Adit Kuswanto

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • H. Entong

    Allahu Akbar…3X…Kalian adalah pejuang-pejuang yg berjalan di jalan Allah SWT. Perjuangan kalian adalah perjuangan jihad fisabilillah. Tak akan sia2 perjuangan kalian kelak. Perjuangan kalian telah menggetarkan nurani kami dan org2 yg waras. Kita pernah sama2 di lapangan. Dlm mendampingi petani Meranti di DPR berhadap2an dgn satpol PP, namun mrk mundur krn kita melawan jg dgn senjata (bambu runcing, tabung gas, batu, balok, air cabe
    dll), saat itu jika bentrok pasti ada korban (mungkin bs ada yg tewas),
    tp krn bagiku jihad takan mundur selangkahpun sesuai komando Bin2,
    hanya dlm benak keluarga, bahkan di saat itu beredar di kawan2ku bhw aku
    tewas, pdhl bentrok aja blom (propaganda spontan antek intelijen). Bersama petani Meranti kita pernah menjebol Menhut, dikelilingi ratusan pegawai Menhut, dicaci maki ratusaan org.
    Pas mau mindahin motor, satu org mencaciku, lantas kubalas dgn cacian,
    ditariklah aku ke belakang, terjadi perkelahian yg tdk seimbang 3 lawan
    1, tp ada polisi yg melerainya. Bibirku pecah, hidungku berdarah. Bsknya
    kudatangi lg bersama 4 kawan, tp gak ketemu tuh org.
    Walau sumbanganku sedikit thd perjuangan petani Meranti, namun solidaritasku ikhlas. Semoga
    dinginnya penjara smakin memperkuat tekad juangmu. Kami pun tak akan
    tinggal diam! Mari terus melawan, jika hanya berdiam diri, hal/kasus spt
    ini akan mjd semacam kebiasaan/hal biasa. Ya hamba Allah yg pemberani
    doaku selalu bersamamu. Sekali lg perjuangan kalian bersama kawan2 kelak
    tdk akan sia2 bagi kami kaum revolusioner kalian adalah inspirasi
    nyata.