30 Fakta Tentang Kemajuan Pendidikan Kuba

Pelajar Sekolah Dasar di Kuba

Dalam hal pendapatan per kapita, peringkat Kuba mungkin agak di bawah. Tetapi, dalam hal pendidikan dan kesehatan, Kuba menempati posisi yang sejajar dengan negara-negara maju.

Kemajuan pendidikan di Kuba mendapat pengakuan internasional, termasuk dari UNESCO. Padahal, seperti anda ketahui, selama puluhan tahun AS melakukan embargo ekonomi terhadap Kuba. Namun, siapa sangka, negeri sosialis ini tetap tegak berdiri.

Berikut fakta mengenai sukses pendidikan di Kuba:

  1. Sebelum Revolusi Kuba tahun 1959, sebanyak 50% anak-anak di Kuba tidak pernah menyentuh bangku sekolah. 72% anak-anak berusia 13-19 tahun tidak bisa melanjutkan sekolah ke sekolah menengah (setingkat SMP). Dan satu juta orang rakyat Kuba buta-huruf.

  2. Dua tahun kemudian, tepatnya tahun 1961, lebih dari satu juta orang Kuba dimobilisasi untuk ke seantero negeri guna membebaskan rakyat dari buta-huruf. Dalam waktu singkat, 707.000 rakyat belajar membaca dan menulis. Dan buta-huruf berkurang dari 21% menjadi 3,9%.

  3. Sekarang ini Kuba menjadi salah satu negara yang paling sukses memerangi buta-huruf. Menurut laporan PBB, 100% orang Kuba yang berusia 17-24 bebas buta-huruf. Sedangkan melek huruf untuk orang dewasa (15+) mencapai 99,8%. Kuba berada di peringkat 10 dari 125 negara untuk tingkat melek huruf orang dewasa.

  4. Metode Kuba memerangi buta huruf—disebut “Yo sí Puedo”, (Yes, I can)—kini diadopsi oleh lebih 30 negara di dunia Di Australia dan Selandia baru, program ini juga diadopsi untuk memberantas buta-huruf di kalangan Aborigin. Negara tetangga kita, Timor Leste, juga mengadopsi konsep ini.

  5. Menurut catatan UNESCO, hingga tahun 2011, 99% anak di Kuba berhasil menuntaskan pendidikan Sekolah Dasar mereka.  Dan, pada tahun yang sama, jumlah anak-anak yang terdaftar di sekolah pra-SD mencapai 104%.

  6. Menurut UNESCO, Kuba adalah satu-satunya negara di Amerika Latin dan negara Karibia tidak berbahasa Inggris yang sukses mencapai target “Education For All”.

  7. Pada tahun 1961, pemerintahan revolusioner Kuba menasionalisasi semua sekolah swasta di Kuba. Langkah nasionalisasi ini dilakukan untuk memastikan pendidikan di bawah kontrol negara dan bisa diakses oleh seluruh rakyat Kuba. Saat itu juga, Kuba menggratiskan semua jenjang pendidikannya.

  8. Dalam tahun pertama revolusi, Kuba langsung membangun 5000 sekolah baru. Tak hanya itu, Kuba juga menambah jumlah tenaga guru dan relawan. Alhasil, dalam tahun pertama Revolusi itu, sudah ada 300 ribu anak yang bisa bersekolah untuk pertama-kalinya.

  9. Pada tahun 1959, sebelum meletusnya revolusi Kuba, jumlah Universitas cuma tiga buah. Itupun hanya menampung 15 ribu orang. Sekarang ini, jumlah Universitas di Kuba suda mencapai ratusan. 11% ilmuwan Amerika Latin mendapat gelar PhD-nya di Kuba.

  10. Semua lembaga pendidikan di Kuba adalah pendidikan umum (negeri). Sebagian besar perlengkapan siswa, seperti buku, pensil, dan pulpen, digratiskan.

  11. Di Kuba, guru-guru akan di kirim ke rumah siswa yang tidak bisa mengikuti pelajaran di sekolah karena sakit keras atau menderita cacat.

  12. Sistem pendidikan di Kuba didukung oleh tenaga guru yang banyak, terlatih, dan siap ditempatkan di manapun. Untuk SD di Kuba, setiap 20 murid dilayani oleh satu orang pengajar. Untuk sekolah menengah, seorang pengajar melayani 15 murid.

  13. Tingkat kedisiplinan anak-anak sekolah di Kuba sangat tinggi dan jarang terjadi anak-anak bolos dari sekolah. Keluarga dan komunitas terlibat dalam mengelola sekolah di komunitas masing-masing.

  14. Sistem pendidikan di Kuba menjamin hak-hak pelajar untuk berorganisasi dan menyatatakan pendapatnya. Untuk pelajar dari kelas 1 hingga kelas 9, ada organisasi Pioneros (Pioner gerakan Jose Marti) dan untuk pelajar menengah dan tinggi ada Federasi Sekolah Menengah dan Tinggi (FEMEN). Pelajar dari klas 9 ke atas boleh bergabung dalam Persatuan Pemuda Komunis (UJC). Organisasi ini berkontribusi besar memberikan masukan terkait penyelenggaraan pendidikan yang berhubungan langsung dengan mereka.

  15. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk, maka di Kuba setiap guru melayani 38 penduduk. Di Inggris, satu orang guru melayani 802 penduduk.

  16. Saat ini Kuba punya 15 jaringan Institut Pedagogis untuk menyuplai tenaga pengajar. Semua Institut ini, seperti juga lembaga pendidikan lainnya, tidak memungut biaya. Mereka menawarkan 21 keahlian khusus untuk bidang pendidikan prasekolah, dasar, sekunder dan khusus. Saat ini Kuba memiliki 55 ribu sarjana dan 1.136 doktor di bidang pedagogis kritis.

  17. Di Kuba, sebanyak 88% ruang kelas hanya diisi maksimal 20 siswa. Kelas yang melebih 20 orang akan diajar oleh dua orang guru. Untuk sekolah menengah, satu kelas maksimal 15 orang. Dan setiap guru didorong untuk menguasai semua mata pelajaran—kecuali pelajaran khusus, seperti seni, bahasa asing, dan lain-lain.

  18.   Lavinia Gasperini, yang menulis laporan mengenai pendidikan Kuba di PBB pada tahun 2000, mengatakan bahwa Kuba bukan hanya berhasil mencapai tingkat partisipasi pendidikan yang tinggi, tetapi juga berkualitas tinggi.

  19. Dalam sebuah studi mengenai capaian pendidikan dalam mata pelajaran bahasa dan matematika terhadap siswa di 12 negara Amerika latin, prestasi siswa Kuba mengungguli negara-negara lainnya (350 poin). Tiga pesaing Kuba, yakni Argentina, Chile, dan Brazil, hanya mencapai 250 poin.

  20.  Standar pendidikan di Kuba, negeri miskin yang hanya punya pendapatan per-kapita $2.800 (ppp) itu, bisa menyaingi standar pendidikan di negara maju, seperti AS ($37.800), Kanada ($29.700), dan Inggris ($27.700).

  21.  Kuba konsisten mengerahkan 6,7 persen dari GNP-nya untuk pendidikan. Bahkan, ketika Kuba berhadapan dengan masa sulit, yakni ketika Uni-Soviet kolaps di tahun 1990-an, negara ini justru memilih memotong anggaran militernya untuk pendidikan.

  22.  Sejak tahun 2000 lalu, Kuba mencanangkan “Universitas Untuk Semua Orang”, yang menargetkan pembukaan ruang klas universitas di setiap provinsi dan kotamadya. Program ini juga dilakukan melalui kerjasama Universitas dengan dua stasiun TV Kuba, yakni Cubavision and Tele Rebelde, menyelenggarakan program pendidikan melalui televisi.

  23. Karena program itu, media televisi Kuba menyediakan 394 jam untuk program pendidikan setiap minggunya atau 63% dari total siaran mereka. Di Kuba, 2 dari 5 stasiun TV-nya didedikasikan untuk pendidikan. Dengan demikian, jutaan rakyat Kuba bisa belajar sejarah, ekonomi, geografi, ilmu, sastra, seni visual, musik, dan bahasa asing setiap hari. Bandingkan dengan TV-TV Indonesia yang mayoritas hanya menyiarkan hiburan: sinetron, musik, komedi, reality show, dan lain-lain.

  24. Program ini juga menarik sejumlah guru dan pemikir terbaik di negeri Kuba. Sejak on-air tahun 2000 lalu, pendidikan ini telah menyiarkan 43 program dan didukung oleh 775 orang doktor. Melalui program ini, mimpi Kuba menjadi “sebuah bangsa Universitas” pelan-pelan mendekati kenyataan.

  25. Sejak tahun 1999, didorong oleh semangat solidaritas internasional, Kuba mendirikan sekolah dokter internasional bernama Sekolah Kedokteran Amerika Latin (ELAM). Saat ini, ELAM punya 24.000 siswa yang berasal dari 116 negara di Amerika Latin, Afrika, Asia dan Osenia, dan AS. Semua biaya pendidikan di sekolah ini ditanggung oleh pemerintah Kuba alias gratis.

  26. Sejak tahun 2002, Kuba mendirikan Universitas Ilmu Komputer (UCI). Hingga Juli 2012 lalu, ada 10.021 ahli komputer dihasilkan oleh UCI Havana. Ini belum termasuk lulusan dari UCI di tiga kota lainnya. Selain ahli komputer, Universitas ini juga menghasilkan ahli elektronik, robot dan komunikasi.

  27. Di Kuba, perempuan tidak punya hambatan untuk mendapatkan pendidikan. Dari pendidikan dasar hingga pendidikan sekolah atas, perbandingan laki-laki dan perempuan seimbang. Pada tahun 2002, 62% lulusan universitas di Kuba adalah perempuan.

  28. Sebanyak 65% pekerja profesional dan teknisi Kuba adalah perempuan. Sebanyak 51% peneliti ilmiah Kuba adalah perempuan. Dan 72% dokter Kuba adalah perempuan.

  29. Untuk mendorong rakyatnya menyerap pengetahuan lebih luas, Kuba membuat lembaga penerbitan sebanyak-banyaknya untuk menghasilkan jutaan buku dengan harga sangat murah dan bahkan banyak yang gratis.

  30.   Setiap tahunnya, Kuba menyelenggarakan “International Book Fair”, yang memamerkan jutaan buku, melibatkan puluhan negara, dan ratusan penulis. Untuk tahun 2013 ini, International Book Fair menyediakan 5 juta buku, melibatkan 37 negara dan 390 orang penulis.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • asrul

    Benar2 luar biasa

  • Verro Dewi

    woooow,,, poin 28 is awesome…