Warisan Hugo Chavez Di Seluruh Dunia

Chavez (3)

Hugo Chavez memimpin sebuah proses di Venezuela, yang menyelamatkan negerinya dari kegagalan neoliberal, tetapi dampak dari perubahannya terasa secara internasional.

Chavez menjadi jantung dari proses yang mendorong penyatuan baru di Amerika Selatan, yang mulai membalikkan beberapa dekade dominasi Amerika Serikat di kawasan tersebut. Secara internasional, ia menjadi mercusuar internasional bagi keadilan sosial, perdamaian, dan dunia multipolar yang berusaha mengimbangi dominasi AS secara global.

Di bawah ini beberapa ulasan warisan Chavez di Amerika Latin dan belahan dunia lainnya:

A. Amerika Latin Baru

Mengalahkan Agenda Perdagangan Bebas Di Amerika Latin

Salah satu pencapaian regional paling penting dari Chavez adalah mengalahkan perjanjian perdagangan bebas kawasan Amerika (FTAA): sebuah kesepakatan berskala benua yang menciptakan zona perdagangan bebas antara Amerika Serikat (AS) dengan Amerika Latin.

Hanya beberapa saat setelah terpilih, Presiden Chavez mulai menempa hubungan yang baik dengan negara-negara Amerika Latin dalam nadi yang sama dengan mimpi kemerdekaan Simon Bolivar untuk persatuan regional (penyatuan Amerika Latin). Dalam semangat ini, Chavez menemukan teman dan sekutu yang bisa diandalkan seperti Presiden Brazil Lula Da Silva dan Presiden Argentina Nestor Kirchner. Pada tahun 2005, bangsa-bangsa yang tergabung dalam Pasar Bersama Amerika Selatan (Mercosur) didorong untuk memilih apakah bergabung atau tidak dengan FTAA yang dipimpin oleh AS.

FTAA juga ditentang oleh ratusan organisasi dan gerakan sosial, yang aktif berkampanye melawan perjanjian yang akan menghancurkan petani kecil, industri lokal, merusak lingkungan, dan menurunkan standar kesejahteraan kaum buruh. Karena aliansi ini ditempa oleh Chavez, Kirchner, dan Lula, maka Mercosur menolak FTAA sekaligus mengubur proyek itu.

Membangun Persatuan Regional

Setelah menolak FTAA, Chavez bekerjasama dengan para pemimpin Amerika Latin untuk membuat badan regional baru, yang bebas dari pengaruh Amerika Serikat, mengakhiri eksploitasi asing yang sudah berabad-abad, dan menciptakan perjanjian baru dan solusi untuk mengahadapi masalah bersama.

Presiden Chavez memainkan peran kunci dalam membangun institusi regional baru, seperti kelompok bangsa-bangsa yang tergabung dalam ALBA, Komunitas Negara-negara Amerika Latin dan Karibia (CELAC), dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Amerika Selatan, yang hari ini secara luas dianggap sebagai tonggak bersejarah bagi integrasi regional.

Memperluas Solidaritas Regional: Menyembuhkan Penglihatan Jutaan Orang

Chavez mendorong persatuan regional untuk kehidupan yang lebih baik bagi rakyat dari berbagai bangsa. Mungkin contoh terbaik untuk hal ini adalah mission miracle, sebuah proyek bersama antara pemerintah Kuba dan Venezuela untuk memulihkan penglihatan rakyat miskin melalui pengobatan mata gratis di seluruh Amerika Latin.

Dalam 10 tahun pelaksanaan proyek ini, mission miracle telah mengobati 6 jutaan rakyat miskin di Amerika Latin, menyembuhkan mereka dari penyakit penglihatan seperti katarak; dan operasi mata murah untuk mereka yang berpendapatan rendah.

B. Solidaritas Global

Mengulurkan Tangan untuk Warga Amerika Serikat

Di tahun 2005, Presiden Chavez meluncurkan sebuah program yang menyediakan minyak bersubsidi bagi warga AS untuk kebutuhan minyak pemanas sebagai bentuk solidaritas warga yang terkena dampak badai Katrina dan Rita.

Melalui korporasi minyak CITGO, anak perusahaan minyak milik negara PDVSA, ratusan keluarga berpenghasilan rendah AS menerima minyak murah untuk kebutuhan pemanas. Program ini terus berlanjut dan menolong 1,8 juta orang sejak dimulai tahun 2005. CITGO juga menyalurkan bola lampu hemat energi dengan gratis untuk membantu keluarga miskin di AS sejak tahun 2009 guna mengurangi pengeluaran pembayaran listrik mereka.

Mempromosikan Keadilan Global: Sekolah Kedokteran Salvador Allende

Dengan bantuan Kuba, dan sebagai upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan rakyat di seluruh dunia, pemerintah Venezuela membuka Sekolah Kedokteran Salvador Allende di Caracas. Melalui berbagai perjanjian kerjasama, lebih dari 500 pelajar dari negara-negara Amerika Latin belajar di sini. Dan sekarang, lebih dari 1600 pelajar dari 42 negara di dunia belajar kedokteran di sekolah ini.

Pada tahun 2006, setelah serangan Israel di Gaza, sekolah ini memberikan beasiswa kepada ratusan pelajar Palestina. Ini adalah contoh terbaru dari solidaritas dengan rakyat di timur tengah, disertai pernyataan dan aksi dari Hugo Chavez membela rakyat Palestina dan menentang perang Israel terhadap Lebanon pada tahun 2006.

Membangun Dunia Multi-Polar

Chavez adalah pengusung paling getol untuk dunia yang lebih adil; dan ia sendiri berusaha mengubah cara sebuah bangsa berhubungan dengan bangsa lain. Dengan mempromosikan hubungan kerjasama yang saling menghargai, Chavez membuat Venezuela menjadi terhormat di panggung internasional. Ketika pemerintahan AS berkonspirasi melawan pemerintahannya, Chavez segera sadar bahwa dunia ini tidak boleh diatur oleh satu kekuatan super-power, tetapi melalui keseimbangan dari berbagai bangsa dalam mengambil bagian dan bekerjasama satu sama lain: dunia multi-polar.

Terinspirasi oleh ide ini, Chavez membangun aliansi strategis dengan Tiongkok dan Rusia, dan berjuang mempromosikan hal yang ideal. “Kami akan terus…proyek internasional kami untuk dunia multi-polar, di mana kesetaraan antar bangsa-bangsa dimenangkan,” kata Chavez di tahun 2006.

Venezuela memperkuat kerjasama ini dengan Tiongkok dan Rusia dengan menandatangani puluhan proyek-proyek dengan mereka. Venezuela juga mendukung negara-negara tersebut sebagai anggota BRICS dan mengarahkannya mendirikan Bank Pembangunan.

Venezuela dan Penyatuan Afrika

Sejalan dengan dukungannya untuk kelompok BRICS, Chavez memajukan kerjasama Selatan-Selatan di seluruh dunia. Untuk melakukan hal ini, pemerintah Venezuela meciptakan obligasi besar untuk Uni-Afrika untuk merekatkan hubungan Amerika Latin dan Afrika. Pada tahun 2011, berbagai negara Afrika menandatangani ratusan perjanjian dengan Venezuela, mulai dari kerjasama di bidang energi dan finansial hingga berbagi pengetahuan sosial dan teknik. Venezuela menjadi satu-satunya negara di dunia yang punya hubungan diplomatik dengan semua negara di Afrika.

Pada tahun 2014, pemerintah Venezuela—bekerjasama dengan Organisasi Pertanian dan Pangan PBB—meluncurkan program bersama untuk membantu negara-negara Afrika menumbuhkan pertanian padi mereka (beras mewakili sepertiga konsumsi pangan negara-negara sub-sahara). Program senilai 62 juta dollar AS disediakan untuk melatih dan memberikan masukan kepada ribuan petani Afrika—dan ini didasarkan pada keberhasilan Venezuela menumpas kelaparan.

Gustavo Fuchs/ teleSUR

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut