Persatuan Rakyat NTB Desak Pembebasan Lima Aktivis Petani

Persatuan Rakyat Nusa Tenggara Barat (NTB) mendesak agar pihak kepolisian segera membebaskan lima aktivis petani yang saat ini sedang ditahan di Polres Kabupaten Bima.

Pernyataan itu disampaikan melalui pernyataan sikap, menyusul aksi yang diselenggarakan tanggal 8 maret lalu di depan Mapolda NTB. Aksi itu diikuti oleh puluhan orang dari berbagai organisasi, diantaranya: Lembaga Advokasi Rakyat untuk Demokrasi( LARD),Partai Rakyat Demokratik (PRD), Study Demokrasi Kebangsaan (SDK), Federasi Serikat Nelayan Tani Buruh (FS NTB) Indonesia, Kajian Muda Sumbawa Barat, dan Forum Komunikasi Pemuda Pelajar Mahasiswa Sumbawa (FKPPMS).

Kelima aktivis petani ini ditahan pasca bentrokan tanggal 10 Februari 2010 di depan kantor Camat Lambu, Bima. Saat itu, ribuan massa dari kecamatan Lambu sedang menggelar aksi damai di depan kantor camat. Namun, tiba-tiba aksi ini berubah menjadi bentrokan. Polisi melepaskan tembakan dan mengenai beberapa orang warga. Selain itu, Polisi juga menangkapi puluhan warga dan aktivis gerakan rakyat.

Dalam pernyataan sikapnya, Persatuan Rakyat NTB juga mendesak agar kepolisian segera menghentikan teror dan intimidasi terhadap massa rakyat. Selain itu, persatuan rakyat juga mendesak agar Kapolda NTB segera dipecat dari jabatannya.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut