Victor Jara Masih Memberi Inspirasi

Malam, 17 September 1973, tank dan kendaran lapis baja pengangkut tentara mengepung kampus UTE, Chile’s State Technical University, di Santiago.

Pada dini hari keesokan harinya, tentara itu bergerak dan menangkapi semua mahasiswa, dosen, dan staff teknis, yang tetap bertahan–dalam ketidakpastian setelah kudeta militer–untuk menjaga tempat kerja dan untuk belajar.

Satu mil agak ketimur, di pusat kota, istana Moneda telah menjadi reruntuhan yang berasap. Istana ini baru saja diroket dari udara oleh jet pemburu Hawk angkatan udara Chile. Presiden Salvador Allende gugur dan sejumlah menteri kabinet dan penasehatnya yang bertahan bersama dirinya dipenjara.

Banyak orang, diantaranya pemimpin politik seperti  Luis Corvalan (partai komunis) dan Clodomiro Almeyda (partai sosialis) dikirim ke kamp Dawson di ujung paling selatan Chili, dimana mereka dipenjara bertahun-tahun dalam kondisi kesulitan ekstrim.

Para tahanan UTE dibawa ke sebuah stadion yang digunakan beberapa hari setelah kudeta sebagai penjara bagi tahanan dan semacam kamp konsentrasi. Para tahahan digiring ke ruang terbuka, dijaga oleh tentara dengan senapan mesin.

Diantara mereka adalah Victor Jara, seorang penyanyi kerakyatan, pencipta lagu, dan sutradara teater yang berbakat. Victor Jara bekerja di UTE ini.

Ia segera dikenali oleh penculiknya dan segera dipisahkan lalu diinterogasi dan disiksa. Sebuah gitar di tangannya, yang sangat penting untuk kegiatan berkaryanya, dirusak dan dihancurkan.

Setelah itu ia dikembalikan ke tengah tahanan lainnya. Victor menyampaikan kata-kata terakhirnya: “Ada 5000-an orang kita di sini. Di bagian kecil kota…di sini diantara 1000 tangan yang biasa menanam benih dan menjalankan pabrik…berapa banyak kemanusiaan yang terpapar lapar, dingin, panik, tertekan secara moral, teror dan kegilaan. Tetapi tiba-tiba nuraniku bangkit dan gelombang ini tidak lagi memiliki detak jantung, hanya nadi mesin dan militer yang menunjukkan wajah mereka.”

Para tentara kembali mengambil Victor Jara. Ia kembali dipisahkan dari tahanan yang lain, ditembak berulang kali, dan jazadnya dibuang ke jalan.

Dia kemudian ditemukan di tengah gundukan mayat di sebuah kamar mayat di Santiago oleh istrinya, Joan Jara, seorang penari balet, yang kemudian menguburkan Victor Jara pada sebuah kuburan tak bernama.

Dia dibunuh karena ia salah satu tokoh paling terkenal dan tokoh populer di lingkaran pemusik, penulis, dan seniman yang memberikan dukungan penuh kepada Salvador Allende dan Persatuan Kerakyatan (Unido Popular) dalam kampanye memenangkan pemilu Presiden dan memulai transformasi di negerinya.

Victor Jara sering tampil di rapat umum-rapat umum Persatuan Kerakyatan dan lagunya diputar di radio dan terkenal di seluruh Amerika Latin.

Bersama musisi kerakyatan yang lain seperti Isabel dan Angel Parra, Quilapayun, inti-Illimani, Victor Jara menjadi pionir dari gerakan yang disebut “La Nueva Cancion Chilena”—Lagu Chile Baru—sebuah gerakan yang menganggap bahwa musik rakyat harus menjadi bagian dari kehidupan yang nyata dan perjuangan rakyat biasa di pedesaan dan perkotaan, bukan pandangan petani bahagai yang dibuat secara artifisial atau koboi periang sebagaimana banyak ditemukan di musik rakyat tradisional Chile.

Ia menulis lagu tentang penghuni gubuk-gubuk liar di kota, pekerjaan pertanian, kebrutalan polisi dan kehidupan pemuda yang dirusak oleh obat terlarang dan daya tarik komersialisme. Musiknya selalu menyampaikan optimisme. Perubahan adalah mungkin bagi mereka yang berani dan bekerja keras untuk itu.

Chili adalah negara dengan potensi kekayaan mineral, pertanian, kehutanan, dan perikanan—semua potensi yang diburamkan oleh elit tuan tanah picik tradisional dan predator serakah perusahaan multinasional seperti Anaconda dan ITT serta intertevensi anti-komunis yang paranoid oleh AS.

Kemenangan Allende dalam pemilu presiden pada tahun 1970 adalah sebuah pukulan menakjubkan kepada mereka (elit tuan tanah dan perusahaan multinasional) dan pemerintah AS, yang menginvestasikan jutaan dollar pada dekade sebelumnya dalam upaya menopang struktur kekuasaan tradisional Chili dan memelihara “Kristen demokrat”—sebuah partai tengah di Chile—sebagai “jalan ketiga” dari alternatif kaum reformis.

Ketika Persatuan Kerakyatan, yang menghancurkan harapan mereka, memenangkan suara yang terus meningkat di pemilu kongres pada Maret 1973, Administrasi Nixon di Washington memberi ‘lampu hijau’ untuk persiapan penuh kudeta militer. “Saya tidak melihat kenapa kami perlu santai dan menonton sebuah negara menjadi komunis karena rakyatnya yang tidak bertanggung jawab,” kata penasehat keamanan nasional AS saat itu, Henry Kissinger.

Kebrutalan kudeta Pinochet dan era kekuasannya terdokumentasi dengan baik. Apa yang belum dipahami adalah apakah serangan terhadap kebudayaan progressif dan semua yang bekerja untuk menciptakannya adalah kemenangan kunci kudeta militer.

Pembakaran buku-buku, pembersihan di universitas, serta pelarangan terhadap literature, film, dan musik adalah bagian integral dalam proses tersebut.

Victor Jara dibunuh bukan karena ia memegang senjata—dan ia tidak pernah melakukanny—dan juga bukan karena ia anggota partai komunis.

Ia dibunuh karena suaranya dan gitarnya sangat memerangi konservatisme dan penindasan.

Mike Gatehouse | Morning Star Online

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut