Pemimpin Mahasiswa Kiri Chili Bertemu Fidel Castro

Tiga perwakilan gerakan mahasiswa Chile, yaitu Camila Vallejo (Wakil Presiden FECH), Karol Cariola (Pemuda Komunis Chile), dan Luis Lobos (Pemuda Komunis Chile), bertemu dengan Fidel Castro, Rabu (4/4/2012).

Dalam pertemuan yang berlangsung tiga jam itu, Fidel Castro membagikan buku terbarunya, Guerrillero del Tiempo, kepada ketiga aktivis pergerakan mahasiswa Chile tersebut.

“Ini benar-benar hak istimewa. Fidel bagi saya dan pemuda kiri di Chile adalah salah satu pemimpin yang terpenting di dunia, seorang visioner yang besar,” kata Camila Vallejo melukiskan kebahagiaannya dengan pertemuan.

Hal serupa dialami Karol Cariola. Ia menganggap Fidel Castro sebagai contoh terbaik dari perjuangan. Ia mengaku menyimpan kebanggaan dengan orang seperti Fidel, Che Guevara, Gladys Marin (pemimpin gerakan mahasiswa kiri Chile), Pablo Neruda, dan pahlawan kiri Amerika Latin lainnya.

Dalam pertemuan itu, kata Camila Vallejo, Fidel tidak memberi nasihat kepada kepada tiga pemimpin mahasiswa Chile itu. Bagi Fidel, seperti diungkapkan Camila, pemuda Chile sudah tahu dan sudah melakuka apa yang mesti dilakukan.

Gerakan mahasiswa Chile, kata Fidel Castro, telah berhasil menyelamatkan dan mengembalikan kepercayaan diri manusia. Selama ini, katanya, manusia selalu diperhadapkan dengan apa yang disebut “akhir sejarah”. Manusia dipaksa tunduk pada tatanan yang ada dan tidak ada pilihan lain.

Dengan gerakan anti-privatisasi pendidikan, gerakan mahasiswa Chile telah menjadi subjek dari transformasi. Pesan Fidel ini, di mata Karol Cariola, menyiratkan adanya  kekekuatan yang bangkit melawan ketidaksetaraan, yaitu kekuatan transformasi.

Delegasi mahasiswa Chile menggaris-bawahi pentingnya kerjasama antara gerakan mahasiswa di Chile dan Kuba dalam perjuangan melawan kapitalisme. “Kita hidup dalam dunia yang sedang krisis. Kita punya tugas melawan kapitalisme, privatisasi, dan perampasan hak dasar rakyat. Inilah tugas bersama kita,” kata Karol Cariola.

Sementara itu, Camila Vallejo, ketika berbincang dengan wartawan Kuba, menjelaskan arti penting jejaring soal dalam perjuangan di negerinya. “Kita harus melakukan semacam counter-culture atau counter hegemony. Dan jejaring sosial bisa menjadi alatnya,” kata dia.

Katanya, jejaring sosial telah menjadi sarana menyebar informasi, membuat gerakan, dan berdiskusi tentang sesuatu yang sedang terjadi dan mungkin tidak terliput oleh media arus utama.

Camila Vallejo mengaku menggunakan Blog, Twitter, dan Facebook. Meski begitu, ia menegaskan, alat utama pembangunan gerakan tetap adalah bekerja langsung, bertatap muka dengan massa, dan membangun gerakan sosial.

Camila Vallejo dan Karol Cariola adalah delegasi pemuda komunis Chile untuk menghadiri perayaan 50 tahun Liga Pemuda Komunis Kuba. Selain menghadiri peringatan itu, keduanya juga bertemu dengan berbagai organisasi gerakan mahasiswa, kampus, dan mengisi diskusi.

RAYMOND SAMUEL

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut