Untuk Pertahankan Tanah, Warga Kolhua Bentuk Satgas Tani

Warga kelurahan Kolhua, Kupang, Nusa Tenggara Timur, menggelar diskusi bersama terkait penolakan pembangunan bendungan.

Rencana pembangunan bendungan di kelurahan Kolhua, Kupang, Nusa Tenggara Timur, terus menuai perlawanan dari warga setempat. Pasalnya, proyek tersebut akan mencaplok 118,86 hektar lahan milik warga.

“Tanah tersebut adalah milik warga secara turun temurun. Dan sudah lama diperuntukkan sebagai lahan pertanian,” kata Ridwan Nugroho, Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) kota Kupang, salah satu organisasi yang aktif mendampingi warga.

Selain itu, kata Ridwan, proyek pembangunan bendungan itu juga akan menggusur pemukiman warga. Karena itu, menurut Ridwan, warga akan berjuang mati-matian untuk mempertahankan lahan pertanian dan pemukiman mereka.

Sebagai langkah antisipasi terhadap rencana penggusuran itu, diskusi warga menyepakati untuk membentuk Satgas Tani, yang tugasnya menjaga dan mempertahankan lahan pertanian warga.

“Jadi ini merupakan hasil kesimpulan diskusi warga. Nantinya, Satgas Tani inilah yang setiap hari menjaga segala kemungkinan pencaplokan lahan milik warga,” paparnya.

Selain membuat Satgas Tani, warga juga sudah melakukan pemetaan lahan milik warga, memasang patok, dan pembuatan papan pengumuman bahwa lahan tersebut tidak akan dijual.

Yunus Lisnahan, salah seorang tokoh masyarakat Kolhua, mengatakan, “Kitong musti buat patok ko kas tanda kita pung tanah sonde dijual, supaya pemerintah jang maen rampas-rampas sambarang sa (kita harus membuat papan penanda yang menandakan bahwa tanah ini milik kita dan tidak untuk dijual, agar tidak dirampas oleh pemerintah).”

Selain itu, warga juga sudah membentuk Tim yang beranggotakan 11 orang untuk melakukan pendataan terhadap perkebunan, pertanian, hasil hutan, dan ternak yang berada di atas lahan milik warga.

Nonton Film Bareng

Sementara itu, pada tanggal 19 Mei lalu, warga juga menggelar acara nonton film dan diskusi bersama. Acara tersebut dilakukan di posko Front Rakyat Tolak Bendungan Kolhua.

Film yang diputar oleh petani adalah kisah perjuangan petani Gresik, Jawa Timur, ketika menolak pembangunan pabrik semen Gresik. Deputi Politik Partai Rakyat Demokratik (PRD) NTT, Gregorius Dala, yang memandu diskusi film tersebut, mengajak warga Kolhua mengambil pelajaran dari kisah perjuangan tersebut.

Redian Sina

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut