Tuntut Turunkan Harga Kebutuhan Pokok, PRD akan Gelar Parade Menangkan Pancasila

Sejak akhir Desember 2017 hingga awal tahun 2018, harga kebutuhan pokok dirasakan semakin mahal oleh masyrakat. Hingga hari ini, Jumat (12/01/2018), harga beras medium sudah mencapai angka Rp 12.000. Lonjakan harga kebutuhan pokok tersebut menjadi perhatian Posko Nasional Menangkan Pancasila Komite Pimpinan Pusat Partai Rakyat Demokratik (KPP PRD).

Koordinator Posko Nasional Menangkan Pancasila KPP PRD, Ahmad Rifai, menyampaikan bahwa tren kenaikan harga kebutuhan pokok rakyat tersebut disebabkan oleh liberalisasi pasar yang diterapkan oleh pemerintahan saat ini.

“Salah jika ada anggapan bahwa mahalnya kebutuhan pokok disebabkan oleh ketersediaan komoditi, Mentan menjamin stok beras aman hingga akhir bulan ini,” ujar Rifai dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (12/01/2018).

Sebagaimana diketahui, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjamin akan ada pasokan beras nasional. Pasalnya, akhir Januari ini sudah masuk masa panen. Dipastikan akan ada 300 ribu ton gabah. Selain itu, pada bulan Februari juga akan tersedia 4,9 juta ton gabah kering giling dan surplus 3 juta ton. Hal itu karena panen akan terjadi di 17 provinsi.

Menurut Rifai, masalah utama kenaikan harga tersebut lantaran pemerintah tidak mampu mengontrol harga kebutuhan pokok. “Operasi pasar hanya bersifat temporer dan jangkauannya sangat terbatas.”

Berkaitan dengan itu, lanjut Rifai, Posko Nasional Menangkan Pancasila KPP PRD akan mengadakan Parade Nasional Menangkan Pancasila. Tema besar dari Parade ini adakah “Turunkan Harga Kebutuhan Pokok”.

Menurut Rifai, perjuangan memenangkan Pancasila, termasuk menghadapi politik sektarian akhir-akhir ini, harus disertai dengan usaha menyelesaikan persoalan pokok rakyat.

“Percuma Pancasila digembar-gemborkan kalau kebutuhan pokok rakyat belum dipenuhi. Jika ketimpangan ekonomi dan kemiskinan tidak bisa diatasi,” tegasnya.

Rencananya, Parade Menangkan Pancasila ini akan digelar pada akhir Januari nanti. Kegiatan yang diorganisir oleh Partai Rakyat Demokratik (PRD) ini akan berlangsung serentak di hampir seluruh Provinsi di Indonesia, seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa Timur, Jawa Barat, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, dan Maluku Utara.

Willy Soeharli

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut