Tuntut Pesangon, Buruh PT. Mulya Abadi Kembali Blokir Pabrik

Sedikitnya 30-an buruh PT. Mulya Abadi yang menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kembali menggelar aksi massa di depan pintu perusahaan di jalan Salodong, Kelurahan Untiya, Kecamatan Biringkanaya, Jum’at (11/7/2014).

Dalam aksinya, para buruh menuntut perusahaan untuk segera membayar pesangon buruh yang di PHK. “Sejak kami di PHK hingga sekarang, pihak perusahaan belum membayar pesangon kami. Padahal sudah ada kesepakatan sebelumnya dari pihak perusahaan,” ujar seorang buruh korban PHK dalam orasinya.

Menurutnya, pihak perusahaan selalu saling melempar tanggung jawab antara pimpinan perusahaan dengan HRD. Sebelumnya, dalam aksi serupa tanggal 2 Juli lalu, pihak perusahaan melimpahkan penyelesaian pesangon buruh kepada HRD. Namun, pada kenyataannya, pesangon para buruh tak kunjung dibayar.

Ketua Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) Makassar, Rosnia, mengatakan, pihak perusahaan sengaja saling melemparkan tanggung jawab untuk menghindarkan tanggung-jawabnya membayar pesangon para buruh.

“Ini kan sudah kewajiban perusahaan. Dan itu termaktub dalam UU nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan,” ujar Rosnia.

Rosnia menjelaskan, para buruh korban PHK sudah berkali-kali menggesar aksi massa untuk menuntut haknya, tetapi pihak perusahaan terkesan abai.

Dalam aksi siang tadi, para buruh kembali memblokir pintu masuk perusahaan. Tak hanya itu, mereka juga menyandera mobil pengangkut logistik perusahaan sebagai bentuk tekanan terhadap perusahaan agar bersedia merespon tuntutan buruh.

Kejadian itu memicu aksi saling dorong antara para buruh dengan pihak Security Perusahaan. Beberapa jam kemudian, perwakilan perusahaan membuka pintu dialog dengan perwakilan kaum buruh.

Sayang, dalam dialog tersebut, pihak perusahaan kembali saling melempar tanggung-jawab. Akhirnya, karena tidak ada kepastian terhadap nasibnya, para buruh pun melanjutkan aksi pemblokiran pintu masuk perusahaan.

Para buruh menuntut agar Direktur Perusahaan PT. Mulya Abadi Indo untuk datang menemui para buruh. Namun, hingga pukul 16.00 WIB, Direktur PT. Mulya Abadi Indo tak juga muncul.

Akhirnya, karena sudah mendekati malam, para buruh memutuskan untuk menghentikan sementara aksinya. Mereka mengancam akan kembali melakukan aksi pemblokiran pintu masuk perusahaan jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Muhamad Asrul

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut