Tuntut Hak Atas Tanah, Warga Sumberklampok Blokade Jalan

rakyat tuntut hak atas tanah sumberklampok.jpg

Sedikitnya 3000-an warga desa Sumberklampok, kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, memblokade jalan poros Singaraja-Gilimanuk untuk menuntut hak atas tanah.

Dalam siaran pers yang kami terima dari Konsorsium Pembaruan Agraria disebutkan, warga mendesak Gubernur Bali dan Bupati Buleleng untuk datang menemui dan berdialog dengan warga terkait pemenuhan hak warga atas tanah di desa Sumberklompok.

Awalnya, warga yang terdiri dari umat Hindu dan Islam ini menggelar doa bersama di  Banjar Sumber Batok, Sumberklampok. Acara ini dihadiri oleh  Muspika dan ketua DPRD Kabupaten Buleleng.

Namun, warga kecewa karena Gubernur Bali, Bupati Buleleng, Ketua DPRD Bali justru tidak hadir. Padahal, warga berharap Gubernur Bali dan Bupati Buleleng bisa hadir dan melakukan dialog terkait tuntutan warga.

Akhirnya, sekitar pukul 11.00 WITA, warga pun mulai memblokade jalan. Mereka menggunakan pohong-pohong yang sengaja ditebang untuk menutup badan jalan. Tak hanya itu, mereka membangun tenda tepat di tengah jalan poros tersebut.

DD Shineba, Kepala Departemen Politik dan Jaringan Konsorsium Pembaruan Agraria, menghimbau aparat keamanan untuk melakukan tindakan pencegahan kekerasan terhadap masa aksi. “Kami berharap tidak ada provokasi dari aparat keamanan untuk membenturkan petani dengan pengguna jalan sehingga konflik horisontal bisa dihindarkan,” ujarnya.

Galih Andreanto

Editor: Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut