Tolak Penggusuran, SRMI Pekanbaru Datangi Kantor Walikota

Puluhan pengurus Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) kota Pekanbaru mendatangi kantor Walikota setempat, Senin (28/1). Mereka memprotes kebijakan Walikota yang menggusur pedagang kaki lima (PKL).

Begitu tiba di kantor Walikota, para pengurus DPK SRMI Kota Pekanbaru ini membuat panik Satpol PP. Karenanya, Satpol PP langsung berjaga-jaga dan membuat barikade.

Menanggapi keadaan itu, Ketua SRMI Pekanbaru Antoni Fitra menyatakan pihaknya hendak menemui Walikota. “Kami ingin menemui Walikota untuk menyampaikan beberapa hal,” ujar Antoni Fitra kepada petugas Satpol PP.

Akhirnya, pengurus SRMI pun diberi kesempatan menunggu. Namun, lama menunggu, pihak Walikota tak kunjung menemui. “Kami sebetulnya juga mau membantah secara langsung beberapa tudingan Pemkot terkait keberadaan PKL,” kata Antoni Fitra.

Pemkot Pekanbaru menganggap keberadaan PKL tidak berkontribusi bagi pemerintah. Menanggapi ini, pengurus SRMI menyodorkan lembaran retribusi yang selama ini dibayarkan PKL ke Pemkot.

“Kami punya bukti berupa iuran sampah tiap bulannya. Besaran iurannya Rp 1000,- per hari. Kami sudah mengcopy-nya sebagai bahan bukti,” tambahnya.

Antoni Fitra juga membantah tudingan bahwa banyak masyarakat yang konplain dengan keberadaan PKL. Menurut Fitra, pihaknya punya bukti dukungan dari masyarakat luas terhadap PKL.

“Kami mengantongi 3.786 surat dukungan dari berbagai kelompok masyarakat. Ini membuktikan bahwa rakyat Pekanbaru mendukung keberadaan PKL,” ungkapnya.

Pengurus SRMI mengaku kecewa karena tidak ditemui oleh pejabat Walikota ataupun wakilnya. Meski begitu, SRMI menyatakan tidak akan mundur dalam memperjuangkan nasib rakyat kecil, termasuk PKL.

Bambang Irawan 

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut