Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa Makassar Datangi DPRD

demo bbm makassar.jpg

Puluhan mahasiswa Makassar yang tergabung dalam Solidaritas Perjuangan Rakyat Tertindas (SPARTA) menggelar aksi massa untuk menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (21/11/2014).

Dalam aksinya massa aksi mahasiswa mengecam alasan pemerintahan Jokowi-JK menaikkan harga BBM. “Alasan defisit APBN merupakan alasan yang tidak rasional. Kenaikan harga BBM subsidi justru akan menyengsarakan rakyat, biaya transportasi, harga-harga kebutuhan pokok, dan biaya hidup semakin mencekik,” kata salah seorang orator.

Mahasiswa menilai, dengan kekayaan alam yang melimpah, termasuk kekayaan minyak dan gas, pemerintah seharusnya tidak mempersulit kehidupan rakyat dengan menaikkan harga BBM.

Masalahnya, kata mereka, sebagian besar kekayaan energi Indonesia dikuasai oleh korporasi asing. “Masalahnya sumber-sumber energI minyak dan gas kita dikuasai oleh asing: sekitar 85-90% lading minyak kita dikuasai perusahaan asing, 90% produksi gas kita dikuasai oleh 6 perusahaan asing, dan sekitar 70% produksi batu bara kita dikuasai asing,” ujar orator aksi.

Dalam aksinya, mahasiswa mendesak pihak DPRD Sulsel menyatakan sikap menolak kenaikan harga BBM. Keinginan para mahasiswa ini bak gayung bersambut, perwakilan DPRD yang menemui massa aksi mahasiswa menyatakan dukungan terhadap aksi penolakan kenaikan harga BBM.

Dalam aksi kali ini SPARTA mengusung empat tuntutan pokok, yakni tolak kenaikan harga BBM, cabut UU nomor 22 tahun 2001 tentang migas, berantas dan adili mafia migas, dan hapuskan utang luar negeri.

Adapuan organisasi yang tergabung dalam aliansi ini, yakni Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Pembebasan, dan GMPA.

Erik Yunanto

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut