Tolak Kenaikan BBM, Walikota Jogjakarta Teken Petisi Dan Berorasi

Aksi massa ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Se-Jogjakarta berhadil mendesak Walikota Jogjakarta, Haryadi Suyuti, untuk menyatakan sikap menolak kenaikan harga BBM.

Dalam aksi massa yang berlangsung pada hari Jumat (21/11) sore itu, Aliansi Mahasiswa Jogjakarta menggelar aksinya di kantor Balaikota Jogjakarta. Selain menggelar orasi politik secara bergantian, massa aksi juga sempat membakar foto Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Tak lama berselang, massa aksi mendesak Walikota untuk keluar menemui massa aksi. Akhirnya, setelah melalui proses negosiasi, sang Walikota pun muncul di tengah-tengah massa aksi. Dengan memegang megaphone bak seorang demonstran, Hariyadi menyatakan sikap politiknya menolak kenaikan harga BBM.

“Saya ini wali kota hasil pilihan langsung rakyat. Jadi, saya juga merasakan apa yang dirasakan masyarakat karena terbebani dengan kenaikan harga BBM bersubsidi ini,” kata Haryadi di hadapan massa aksi.

Tak hanya berorasi, Haryadi juga menandatangani petisi yang berisi tuntutan mahasiswa terkait penolakan terhadap kenaikan harga BBM. Adapun point tuntutan tersebut, yaitu: Pertama, merenegosiasi kontrak karya migas; Kedua, menasionalisasi aset-aset asing di bawah kontrol rakyat; Ketiga, berantas mafia migas; Keempat, implementasikan pajak progresif; Kelima, cabut UU Migas No.22 Tahun 2001 yang meliberalisasi sektor migas; Keenam, bangun industrialisasi migas yang mandiri dan kuat yang dikelola negara; dan Ketujuh, laksanakan pasal 33 UUD 1945.

Usai berorasi dan menandatangani petisi, Hariyadi pun menitipkan pesan kepada massa aksi. Menurutnya, rakyat sudah cukup terbebani oleh kenaikan harga BBM, sehingga jangan lagi ditambah bebannya dengan aksi demonstrasi yang mengarah pada pengrusakan dan kekerasan.

“Saya minta jaminan tidak ada aksi anarkistis, tidak ada lagi aksi bakar-bakaran di Kota Jogja. Aksi unjuk rasa boleh-boleh saja, tapi harus dilakukan dengan santun dan damai,’’ pintanya kepada massa aksi.

Tak lama berselang, massa aksi pun bergeser dari Balaikota Jogjakarta ke pertigaan UIN Sunan Kalijaga. Di sana massa aksi yang berjumlah ratusan ini mengakhiri aksinya dan berjanji akan terus melanjutkan perlawanan menolak kenaikan harga BBM.

Aliansi Mahasiswa se-Jogjakarta merupakan gabungan dari sejumlah organisasi dan kampus di Jogjakarta, antara lain: Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), PPI, REPDEM, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), SEKBER, FAM-J, PEMBEBASAN, CAKRAWALA, BEM UIN, BEM UST, FL2MI, dan lain-lain.

Medi Muammar, Sekretaris Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) kota Sleman

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut