Tingkat Kemiskinan Di Venezuela Terendah Dalam Sejarah Negeri Itu

maduro

Pemerintahan sosialis di Venezuela, dari era Presiden Hugo Chavez hingga Nicolas Maduro saat ini, berhasil mengurangi angka kemiskinan hingga angka terendah dalam sejarah negeri itu.

Data resmi terbaru menunjukkan, tingkat kemiskinan ekstrem di Venezuela turun hingga 5,4 persen pada tahun 2015. Angka ini merupakan yang terendah dalam sejarah Venezuela.

Penurunan angka kemiskinan di tahun ini memang tidak begitu signifikan, yakni hanya 0,1 persen, dari 5,5 persen di tahun 2014. Penyebab perlambatan ini adalah turunnya harga minyak dunia dan sabotase ekonomi oleh kelompok sayap kanan.

Selama setahun ini, pemerintah Venezuela berhasil mengeluarkan 36.300 orang dari kemiskinan. Tetapi pemerintahan sosialis di bawah Nicolas Maduro bertekad akan memerangi kemiskinan melalui program-program sosial.

Untuk diketahui, pada tahun 1998, sebelum Hugo Chavez menjabat sebagai Presiden, angka kemiskinan ekstrem di Venezuela tercatat 21 persen. Sementara angka kemiskinan secara umum pada saat itu mencapai 42,8 persen.

Pemerintahan sosialis Venezuela punya ambisi besar untuk menghapus kemiskinan hingga nol persen pada tahun 2019.

Strategi Ala Venezuela

Agar cita-cita menghapus kemiskinan hingga nol persen bukan ambisi belaka, pemerintahan sosialis Venezuela punya strategi khusus.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengungkapkan, pemerintahan sosialis akan memfokuskan pekerjaannya pada lima hal pokok, yakni kesehatan, pendidikan, perumahan, pangan, dan pembangunan ekonomi.

Dalam bidang-bidang pokok tersebut, pemerintahan sosialis meluncurkan misi sosial khusus, seperti misi pendidikan (simoncito: pendidikan dasar, Robinson: pendidikan melek huruf, Ribas: pendidikan lanjutan, dan Sucre: pendidikan universitas), misi kesehatan (barrio adentro dan sonrisa), misi perumahan (La Gran Misión Vivienda), misi makanan gratis dan bersubsidi (mission Mercal), dan lain-lain.

Pemerintahan sosialis Venezuela sadar, kurangnya akses rakyat terhadap kebutuhan dasar sangat berhubungan dengan tingkat kemiskinan. Karena itu, pemerintahan sosialis Venezuela berjuang keras menggratiskan seluruh layanan dasar untuk rakyatnya.

Pemerintahan sosialis Venezuela juga konsisten menggunakan anggaran negaranya untuk belanja sosial. Bahkan, ketika harga minyak dunia jatuh, yang notabene mewakili 95 persen pendapatan nasionalnya, Venezuela tetap mempertahankan berbagai program sosial untuk rakyatnya.

Malahan, agar program sosial itu tetap berjalan dengan topangan dana yang cukup, pemerintahan sosialis di bawah Nicolas Maduro memilih memangkas gaji pejabat tinggi negara, termasuk Presiden, Wakil Presiden, dan Menteri-Menteri.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut