Pendidikan LMND Kendari Sosialisasi Pasal 33 UUD 1945

Pengurus Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Kendari menggelar pendidikan anggota secara terbuka. Pendidikan ini berlangsung selama tiga hari, yakni dari tanggal 21 Oktober hingga 23 Oktober 2011.

Dalam agenda pendidikan ini, pengurus LMND mengajarkan secara khusus soal filosofi pasal 33 UUD 1945 dan metode pembangunan gerakannya. Pendidikan ini diikuti oleh 35 orang mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK).

Muamar, koordinator bidang kaderisasi LMND Komisariat UMK, menjelaskan bahwa adanya meteri khusus tentang pasal 33 UUD 1945 ditujukan untuk memperluas pemahaman anggota dan sekaligus memperluas gerakan ini.

Katanya, sekalipun pasal 33 sudah tidak asing lagi bagi mahasiswa, tetapi masih banyak diantara mereka yang kurang mengerti filosofi dan maknanya dalam pembangunan ekonomi nasional Indonesia.

La Uwali, salah seorang tenaga pengajar dari PRD, mengatakan pasal 33 UUD 1945 merupakan fondasi dasar penyusunan ekonomi Indonesia merdeka. Tetapi, dalam prakteknya kemudian, pasal 33 UUD 1945 tidak pernah dijalankan secara konsisten.

Ia juga menjelaskan bahwa pasal 33 UUD 1945 merupakan antitesa terhadap model ekonomi kolonialisme dan imperialisme. “Filosofi pasal 33 UUD 1945 sangatlah menentang liberalisme ekonomi. Mestinya bisa menjadi senjata kita saat ini untuk melawan neoliberalisme,” tegasnya.

Akbar, salah seorang peserta pendidikan, mengaku sangat menyambut baik sosialisasi tentang gerakan pasal 33 UUD 1945. Ia juga setuju bahwa pendidikan semacam ini perlu dimassalkan dan diselenggarakan di kampus-kampus.

“Mahasiswa mesti menjadi pelopor untuk memperjuangkan kembali pelaksanaan pasal 33 UUD 1945. Ini adalah tugas sejarah kita,” katanya.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • amrul

    Hidup LMND….hidup mahasiswa…hidup rakyat…
    perjuangkan negara kita…