Tentara Israel Pukul Wajah Aktivis Pro-Palestina Dengan Senapan

Israel masih harus banyak belajar Hak Azasi Manusia (HAM) dan demokrasi. Hal ini makin dirasa penting tatkala sebuah video kekerasan tentara Israel tersebar di situs web video sharing Youtube.

Dalam video itu terlihat seorang anggota militer Israel memukul wajah seorang aktivis pro-palestina dengan senapan. Anehnya, tentara Israel yang lain bukanya menghentikan tindakan rekannya itu, melainkan turut memukul aktivis pro-palestina yang lainnya.

Video itu telah memicu kemarahan banyak orang. Video itu diposting pada hari Minggu, 15 April 2012, oleh Gerakan Solidaritas Internasional mendukung hak-hak Arab.

Tentara Israel itu bernama Letkol Shalom Eisner, sedangkan aktivis pro-palestina yang dipukul itu bernama Danish, 20 tahun. Danish dipukul bagian wajahnya dengan senapan dan hal itu membuatnya terjatuh.

Aktivis lainnya juga diserang oleh tentara Israel. Sebagian besar menderita luka di bagian wajah dan punggung. Para aktivis yang terluka dibawa ke rumah sakit di Jericho.

Perdana Menteri Israel mengutuk pemukulan ini. “Perilaku semacam itu tidak mencirikan tentara IDF (Israel Defense Forces) dan tidak punya tempat dalam kekuatan pertahanan Israel dan negara Israel,” katanya.

Insiden ini juga mendapat perhatian kepala staff kekuatan pertahanan Israel, Letjend Benny Gantz, yang telah memerintahkan pencopotan perwira Israel tersebut.

Bentrokan itu pecah pada hari Sabtu, 14 April 2012, saat 250 aktivis pro-palestina bergerak dengan menggunakan sepeda dari lembah Yordania.

Para aktivis menyebut aksinya sebagai “aksi diam”, yang dimaksudkan untuk memperlihatkan kesulitan orang-orang Palestina mengakses wilayah dataran tinggi di Yordania. Mereka diharuskan mendapat izin tentara Israel untuk melakukan perjalanan itu.

Tetapi para aktivis tidak mendapat izin itu. Para aktivis ini, yang hendak bersolidaritas untuk perjuangan rakyat Palestina, tetap nekad bersepeda di jalan raya tersebut. Tentara Israel menghentikan dan memukuli mereka serta membuang sejumlah sepeda di atas sebuah terowongan di seberang jalan.

Sementara itu, sejumlah aktivis pro-perdamaian dan pro-palestina yang tiba di bandara di Tel Aviv, Ibukota Israel, juga ditangkap. Dilaporkan setidaknya 9 orang aktivis yang tertangkap.

Banyak aktivis lainnya dicegat sebelum mendarat. Sebagian besar aktivis itu berasal dari Perancis, Spanyol, Switzerland, Kanada, Italia dan Portugal. Polisi Israel menuding para aktivis mengancam keamanan nasional, membuat perbuatan tidak menyenangkan, dan mendelegitimasi Israel.

Sementara itu, sekitar 1500 aktivis dari seluruh dunia membeli tiket guna terbang ke Israel pada 15 April. Mereka berencana ambil bagian dalam kampanye “Welcome Palestina” di sejumlah tempat, termasuk di West Bank.

RAYMOND SAMUEL

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut