Tebar Pesona Lampung dari Ketinggian

Lampung adalah provinsi paling selatan di Pulau Sumatera, dimana masyarakat adat Lampung punya semboyan Sang Bumi Ruwa Jurai, yang berarti sebuah rumah tangga dari dua garis keturunan (masyarakat/suku Lampung asli dan masyarakat Lampung pendatang atau suku-suku lain yang tinggal di Lampung).

Selain kekayaan budaya seperti disebut diatas, bila kita googling terkait Lampung maka yang muncul adalah pesona pariwisata, kerajinan kain tapis, kain sulam juga oleh-oleh yang wajib dibawa pulang macam kopi, aneka cemilan keripik pisang dan kemplang.

Urusan obyek wisata, Lampung punya Pulau Pahawang yang ramai dikunjungi turis lokal maupun mancanegara karena pesona bawah laut biasa untuk diving atau snorkeling.

Terkait Pulau Pahawang yang sedang jadi trending, sebuah kumpulan pilot pesawat tanpa awak yang menamakan dirinya Komunitas Drone Lampung secara mandiri berinisiatif memblow up promosi pesona tempat wisata tersebut lewat pemotretan dan video dari udara/Aerial.

Menurut Wiyoga Antama, Ketua Komunitas Drone Lampung, Drone familiar di Indonesia sejak tahun 2014, sedangkan Komunitas Drone Lampung berdiri tahun 2015. Kerja-kerja promosi pariwisata adalah sumbangsih Wiyoga bersama rekan-rekannya di komunitas sebagai pilot drone yang ada di Lampung.

“Awal berdiri anggotanya belum banyak, tapi saya melihat prospek drone ini akan luas dan besar, maka saya kumpulkan teman-teman yang punya visi-misi sama sembari terus promosi keberadaan komunitas drone ini lewat instagram,” kata Wiyoga.

“Dari sana banyak yang melihat, tertarik dan mendapat respon positif bahwa ada wadah yang menaungi pilot drone baik yang profesional maupun amatir yang masih belajar. Dari situ komunitas ini mulai tumbuh dan sampai sekarang anggota yang terdaftar ada 124 orang,” tambahnya.

Menurut Wiyoga, drone sendiri bukanlah mainan, karena punya dua sisi dimana bisa menjadi alat kerja yang sangat bermanfaat atau justru sebaliknya bisa sangat berbahaya (sebagai alat perang).

Di komunitas ditekankan cara menerbangkan drone yang benar, sehingga kegunaan drone hanya untuk hal-hal positif.

“Di Lampung belum ada peraturan baku dalam hal menerbangkan drone (seperti Departemen Perhubungan-nya Lampung),” kata Wiyoga.

Ketentuan umum pengoperasian sistem pesawat udara tanpa awak: pertama, kita harus paham benar alat yang kita gunakan ini, seperti tehnik menerbangkan, ketahanan baterei dan seterusnya.

Kedua, pahami aturan dari pemerintah, karena ada peraturan berbeda di tiap-tiap daerah atau negara, seperti berapa maksimal ketinggian. Peraturan Menteri Perhubungan (PM) Nomor 90 Tahun 2015; tidak boleh terbangkan drone di atas ketinggian 150 meter, tidak boleh terbang di zona ring satu seperti Istana Negara.

Ketiga, skil dan penguasaan drone harus terus ditingkatkan, di komunitas lah skil dan kemampuan menjadi pilot drone bisa ditingkatkan karena terjadi tukar ilmu. Sehingga tidak boleh ada kecelakaan akibat sembarang menerbangkan drone yang imbasnya nanti kepemilikan drone bisa jadi akan dilarang. Maka komunitas adalah sebagai barometer skil dalam mengoperasikan drone juga berperan sekali terhadap hal-hal penting yang harus dipatuhi saat menjadi pilot drone seperti tidak boleh di terbangkan di area bandar udara, saat angin kencang, hujan berpetir.

Manfaat drone selain sebagai alat dokumentasi dari ketinggian, menurut Wiyoga, untuk sepuluh hingga lima belas tahun ke depan drone bisa sebagai alat transportasi. Untuk saat ini drone masih fokus sebagai alat mengambil gambar dimana 70 persen fungsinya digunakan untuk foto dan video, sedang sisanya untuk survei dan pemetaan proyek, pantauan arus lalu lintas dan sebagainya.

Pilot drone selain sebagai hobi banyak juga yang menjadikannya sebagai profesi kerja profesional, mencari penghasilan lewat skil menerbangkan drone; aerial photografy, dokumentasi udara.

Masih menurut Yoga, drone sendiri saat ini memang masih menjadi sebuah hobi yang mahal, tapi yang harus diingat bahwa teknologi itu perkembangannya sangat cepat, dengan hadirnya banyak pesaing produsen maka harga drone akan semakin kompetitif dan siapapun nanti bisa memiliki drone.

Terakhir, Wiyoga menyatakan diri netral dalam momen Pilihan Gubernur Lampung 2018, tapi dia akan sangat respek kepada calon pemimpin yang mendukung perkembangan teknologi di Lampung, karena sebagai sebuah perkumpulan Komunitas Drone Lampung basic-nya memang orang-orang yang menyukai teknologi.

“Maka itu kalau pemerintah kurang respek terhadap teknologi nanti bisa kacau sendiri. Untuk itu selain respek tadi pemimpin juga harus lebih ketat lagi dalam menegakkan aturan,” tegas dia. ***

Kontak Komunitas Drone Lampung: Taman Gajah atau Lapangan Pahoman; Instagram: @dronelampung; Youtube : dronelampung; Facebook : Drone Lampung

Sukir Anggraeni

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut