Revrisond Baswir: Rakyat Harus Punya Alat Produksi

Esensi dari kemerdekaan Indonesia adalah kedaulatan di tangan rakyat, termasuk di lapangan ekonomi. Namun, muncul pertanyaan: bagaimana caranya supaya rakyat bisa berdaulat di lapangan ekonomi?

Pengamat ekonomi Universitas Gajah Mada (UGM), Revrisond Baswir, menjawab pertanyaan itu dengan sederhana. Katanya, kedaulatan ekonomi hanya mungkin ditegakkan jikalau rakyat ikut memiliki alat-alat produksi.

“Petani harus punya tanah. Buruh juga harus terlibat dalam pemilikan pabrik. Mereka tidak bisa sekedar bekerja dan menjadi kuli,” katanya.

Karena itu, seperti dijelaskan Revrisond, pasal 33 UUD 1945 mengatur tiga syarat agar kedaulatan ekonomi di tangan rakyat. Tiga syarat itu mengacu pada tiga ayat dalam pasal 33 UUD 1945 tersebut.

Pada syarat pertama, misalnya, disebutkan “perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.” Artinya, kata Revrisond, ekonomi Indonesia harus diselenggarakan secara kolektif.

“Tidak boleh individualisme. Sebab, hal itu bertentangan Pancasila dan pasal 33 UUD 1945,” tegasnya.

Menurut Revrisond, sesuai dengan penjelasan pasal 33 UUD 1945, maka bangunan ekonomi yang paling pas dengan usaha bersama berdasarkan kekeluargaan itu adalah koperasi. Di sini, koperasi mestinya menjadi ‘soko guru ekonomi nasional’.

“Mestinya mini-market itu dipunyai oleh rakyat melalui koperasi-koperasi,” ungkapnya.

Ekonomi Kolonial versus Ekonomi Rakyat

Revrisond menyakini, kolonialisme akan terus-menerus mencegah atau mensabotase kedaulatan ekonomi di tangan rakyat.

“Di sini terjadi pertentangan antara kolonialisme dan rakyat. Ini pertentangan yang tidak bisa didamaikan,” ungkap Revrisond.

Untuk diketahui, kedaulatan rakyat di lapangan ekonomi dijamin oleh pancasila dan UUD 1945. Karenanya, bagi Revrisond, perjuangan menegakkan kedaulatan ekonomi harus disertai dengan perjuangan mengembalikan Pancasila dan UUD 1945.

“Pancasila dan UUD 1945 hanya bisa dilaksanakan kalau rakyat yang bergerak,” tegasnya.

Ekonom yang tergabung dalam Asosiasi Ekonomi-Politik Indonesia (AEPI) juga mememinta agar rakyat tidak ‘berharap datangnya perubahan’. Akan tetapi, dalam situasi sesulit apapun, rakyat harus memperjuangkan perubahan.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut