Tarik-Menarik Divestasi PT. Newmont Nusa Tenggara

Rencana divestasi saham PT. NNT sebesar 7% masih gelap. Tarik-menarik berbagai kepentingan juga sangat kuat, tetapi sangat sedikit yang berbicara kepentingan nasional dan kepentingan rakyat.

Berdasarkan kontrak karya tahun 1986, PT.NNT diwajibkan mendivestasi 51% sahamnya kepada pihak nasional (Indonesia) pada tahun ke-10 (maret 2010). Tetapi, menjelang tahun ke-11, proses divestasi itu belum juga selesai.

Sebanyak 20% saham sudah dikuasai nasional melalui PT. Pukuafu Indah, sedangkan 31% sisanya akan menyusul. Jadwal divestasi 31% saham NNT sesuai KK adalah 3% pada Maret 2006, 7% pada Maret 2007, 7% pada Maret 2008, 7% pada Maret 2009, dan 7% pada Maret 2010.

Saat ini, komposisi pemegang saham NNT adalah Nusa Tenggara Partnership (NTP) sebesar 56%, MDB 24%, Pukuafu Indah 17,8%, dan PT Indonesia Masbaga Investama 2,2%. Sebanyak 56,25% saham NTP dikuasai Newmont Indonesia Limited (NIL) dan 43,75% sisanya dimiliki Nusa Tenggara Mining Corp (NTMC) yang terafiliasi dengan Sumitomo Corp.

Dan, kini masih ada sisa divestasi sebesar 7% untuk jatah tahun 2010, yang sekarang ini masih diperebutkan berbagai pihak.

Tarik-Menarik Pusat dan Daerah

Mengenai siapa yang membeli saham 7% PT. NNT itu, antara pemerintah pusat dan daerah belum ada titik temu.

Pihak pemerintah, melalui Menko Perekonomian Hatta Radjasa, menyatakan berkeinginan untuk saham 7% PT. NNT itu, tapi tidak akan menggunakan dana APBN maupun BUMN.

Menteri Keuangan Agus Martowardoyo menegaskan bahwa pihak pemerintah pusat akan berusaha membeli saham tersebut, mengingat bahwa Pemda sudah mendapatkan 24% saham PT.NNT.

Akan tetapi, pemerintah daerah menyatakan penolakannya jika pemerintah pusat yang akan membeli saham 7% tersebut.

Sikap Pemda ini mendapat dukungan kuat dari anggota DPR. DPR beranggapan bahwa pemberian saham 7% kepada pihak Pemda KSB (Sumbawa Barat) akan menguntungkan rakyat di sana dan sejalan dengan otonomi daerah.

Lagipula, DPR tidak setuju jika pemerintah menggunakan APBN untuk membeli saham PT.NNT.

Bupati Sumbawa Barat Ancam Tutup PT. NNT

Sementara itu, pada tanggal 18 maret lalu, Bupati Kabupaten Sumbawa Barat telah mengeluarkan surat kepada PT.NNT, yang berisi keputusan untuk menutup perusahaan multinasional ini jika saham 7% tersebut tidak jatuh ke tangan pemda.

Dalam surat itu disebutkan, pihak Pemda akan menutup dan menghentikan operasional PT.NNT di Batu Hijau, Sumbawa Barat, pada tanggal 19 April mendatang, jika Pemda tidak juga diberi hak mendapatkan saham 7%.

Juru-bicara pemerintah kabupaten Sumbawa Barat, Najamuddin Amy, menegaskan bahwa rencana penutupan tersebut merupakan amanat dari Kongres Rakyat Sumbawa Barat, januari lalu.

“Kongres itu mengamanatkan Bupati merebut hak pembelian 7% saham Newmont yang didivestasi tahun 2010,” katanya.

Seruan pemuda dan mahasiswa Sumbawa Barat

Sejalan dengan sikap Bupati Sumbawa Barat, puluhan mahasiswa dari Gerakan Pemuda Mahasiswa Sumbawa Barat juga menyatakan bahwa saham 7% PT.NNT harus diserahkan kepada pemerintah daerah.

Alasannya, menurut Budiman, SH selaku koordinato gerakan ini, proses divestasi 7% saham PT.NNT harus diletakkan di atas semangat otonomi daerah. Dalam hal ini, pemerintah pusat haruslah memberikan hak kepada pemerintah Sumbawa Barat sebagai daerah penghasil untuk mendapatkan kesempatan tersebut.

Budiman juga mempertanyakan kenapa pemerintah pusat baru ngotot pada saat sekarang, sementara pada saat pelepasan 24% saham sebelumnya, pihak pemerintah pusat malah melemparkannya kepada pemerintah daerah.

Selain itu, menurut gerakan yang mengaku mewakili pelajar-mahasiswa sumbawa yang sedang belajar di Semarang, Solo, Jogjakarta, Surabaya, Jakarta, dan Mataram ini, pihak pemerintah pusat sudah mendapatkan keuntungan lebih besar dari ekspolitasi PT.NNT di bukit hijau.

“Pemerintah pusat mendapatkan royalti sebesar Rp5,8 triliun dari PT.NNT, sementara pihak Pemda hanya mendapatkan Rp70 milyar. Sudah begitu, karena royalti dari PT.NNT itu, maka pemerintah pusat pun telah memotong Dana Alokasi Umum (DAU) untuk Sumbawa Barat,” tegas Budiman, SH.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut