Dianiaya Satpol PP, Aktivis GWI Lapor Polisi

Seorang aktivis Gerakan Waria Indonesia (GWI), Indri (24 thn), yang menjadi korban penganiayaan anggota Satpol PP, melapor ke Poltabes Surabaya, Kamis, 13 Oktober 2011.

Kepada pihak kepolisian, Indri menceritakan bagaimana anggota Satpol PP menganiaya dirinya. “Saya sudah menyerah tapi masih saja dipukuli sama beberapa anggota Satpol PP Surabaya. Dari arah belakang mereka memukul tengkuk dan menarik dua tangan saya hingga saya kesakitan,” katanya.

Penganiayaan itu terjadi saat Satpol PP Kota Surabaya sedang menggelar razia Bundaran Waru pada Rabu (12/10/2011) dini hari.

Saat itu, Indri dan teman-temannya sedang menunggu “pelanggan”, namun tiba-tiba muncul puluhan anggota Satpol PP. Ia pun berlari kencang untuk menyelamatkan diri. Akan tetapi, ia tetap saja berhasil ditangkap anggota Satpol PP.

Ia pun diarak layaknya penjahat, dengan dua lengannya dipegang oleh dua orang anggota Satpol PP. Saat itulah ia menerima beberapa kali pukulan, sehingga kepalanya sempat linglung. Tidak hanya itu, saat sudah berada di atas truk, seorang anggota Satpol PP memukulnya dengan tongkat.

“Darah mengucur dari hidung saya. Sudah begitu, tidak usaha dari mereka untuk menghentikan pendarahan di hidung saya,” ungkapnya.

Sementara itu, para aktivis Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) begitu mendengar kabar ini langsung mendatangi Liponsos dan membebaskan Indri.

Merespon perlakuan tidak manusiawi ini, Gerakan Waria Indonesia (GWI) berencana menggelar aksi besar-besaran. Aksi itu akan dilakukan bersama dengan seniman dan anak jalanan pada tanggal 28 Oktober 2011 mendatang.

“Kami akan menggelar aksi massa pada tanggal 28 oktober nanti bersama dengan SRMI dan PRD. Sekalian menyuarakan penegakan pasal 33 UUD 1945, sebagai jalan untuk penyediaan lapangan pekerjaan bagi rakyat,” ujarnya.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut