Surat Ketua Umum PRD Untuk Para Pejuang Agraria

Agus Jabo.jpg

Untuk saudaraku Pejuang Agraria yang tetap teguh, tetap berlawan, yang bertahan di desa-desa, maupun lorong-lorong penjara, dari Kepulauan Meranti, Jambi, Mesuji, sampai Luwuk Banggai!

Untuk saudaraku Almarhum Puji, Muhammad Ridwan, Eva Bande, dan para Pejuang Agraria, Pejuang Pembebasan Bangsa Indonesia!

Saudaraku, baru saja kita memperingati 69 tahun hari Kemerdekaan kita, tetapi apakah sesungguhnya arti kemerdekaan itu untuk bangsa kita?

Jika sekarang ini kita kembali kehilangan sumber kehidupan kita, tanah air kita, masa depan kita, martabat kita sebagai bangsa!

Presiden memang terus berganti, namun kerakusan kapital terus merampas sumber penghidupan kita; VOC dalam bentuk baru telah berkuasa kembali, mengubah filosofi, dasar negara kita, mengintervensi haluan negara kita, menaklukkan perangkatnya, menghisap sumber daya alam maupun sumber daya manusia kita!

Saudaraku, masalah tanah adalah masalah dasar, dari situlah sumber penghidupan umat manusia; siapa menguasai tanah, ia akan menguasai kehidupan!

Kemerdekaan Indonesia tanpa land reform bagai gedung tanpa pondasi, bagai pohon tanpa akar, omong besar tanpa isi!

Maka dari itu, wahai para Pemimpin Bangsa, apakah kita mau Indonesia MERDEKA, yang kaum Kapitalnya merajalela ataukah yang semua rakyatnya sejahtera, yang semua cukup makan, cukup pakaian, hidup dalam kesejahteraan, merasa dipangku oleh Ibu Pertiwi yang cukup memberi sandang dan pangan?

Jangan jadikan tanah sebagai alat penghisapan, tanah untuk mereka yang betul-betul menggarap tanah! Tanah untuk kaum Tani!

Karena sesungguhnya hakekat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 adalah perubahan struktur kepemilikan serta penguasaan tanah itu, dari kolonialisme Belanda ke bangsa Indonesia, seperti yang sudah ditegaskan dalam Pasal 33 UUD 1945! Jika sekarang ini struktur kepemilikan tanah kembali dikuasai oleh mereka, yakni VOC dengan wajah barunya itu, apa sesungguhnya arti kemerdekaan itu?

Proklamasi dengan segala cita-cita nya kembali sirna!

Ingatlah! Penguasaan serta kepemilikan struktur tanah adalah landasan utama kita untuk membangun kedaulatan bangsa, untuk membangun ekonomi nasional kita, untuk membangun industri nasional kita, untuk membangun kemandirian bangsa kita, untuk membangun martabat serta kepribadian bangsa kita, dan untuk membangun pertahanan bangsa kita.

Di atas dan di dalam tanah air itu terdapat sumber daya alam yang berlimpah ruah, sebagai modal kita bangkit menjadi bangsa merdeka, adil makmur, bahagia lahir batin, aman sentausa!

Saudaraku, salam hormatku untuk kalian semua!

Jalan kalian adalah jalan yang benar, jalan suci, jalan yang seharusnya ditempuh oleh seluruh bangsa Indonesia!

Waspadalah! VOC-VOC itu dengan segala kekuatannya akan terus memecah belah serta memperlemah bangsa kita, agar mereka bisa terus berkuasa!

Maka dari itu, jangan lengah, jangan lemah, kita harus bangkit bersama-sama, rebut kembali kemerdekaan kita, dengan Persatuan Nasional sebagai kekuatan kita, kemenangan pasti datang bersama kita!

Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, dari pada makan bistik tetapi jadi budak!

Selamat berjuang! Salam Gotong Royong!

Jakarta, 19 Agustus 2014

Agus Jabo Prioyono, Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut