Krisis Perumahan Prancis, Ratusan Orang Gelar Protes di Hari Natal

Ratusan orang berkumpul di depan kantor Menteri Perumahan Prancis pada hari Natal (25/12) untuk memprotes krisis perumahan yang terjadi di negara itu. Protes ini diorganisir oleh kelompok hak atas perumahan Prancis dan melibatkan puluhan keluarga yang menjadi korban kebijakan perumahan yang tidak adil. Mereka membawa pohon natal dan membunyikan lonceng di hadapan kantor tersebut untuk menarik perhatian pemerintah atas persoalan ini.

Selama satu dekade terakhir jumlah gelandangan di Prancis telah meningkat hampir 50 persen. Sementara laporan lain menyebutkan satu dari enam warga Prancis menghadapi persoalan perumahan yang serius.

Seorang ibu rumah tangga yang berlibat dalam  aksi tersebut menyampaikan persoalannya, “Kami tujuh orang dalam keluarga tinggal di tempat berukuran 37 meter persegi. Anak-anak saya harus mengerjakan pekerjaan rumahnya di lantai, dan saya tidak pernah mendapatkan lagi tunjangan perumahan sejak bulan Februari.” Chadlia, ibu rumah tangga yang datang dari pinggiran kota Paris ini melanjutkan bahwa suaminya berpenghasilan 1,500 USD sementara ongkos sewa flatnya sebesar 1,000 USD. Bagaimana kami bisa hidup?”

Ibu ini telah menunggu rumah bersubsidi dari pemerintah Prancis sejak tiga tahun lalu seiring dengan mandat Undang-Undang kepada pemerintah Prancis yang ditetapkan tahun 2007.

“Pemerintahan Holande telah memotong anggaran untuk perumahan secara drastis yang menyebabkan situasi perumahan menjadi darurat,” kata Jean Baptiste Yeraud, jurubicara organisasi pembela hak atas perumahan.

Yeraud menambahkan, “kami menuntut pemerintah untuk melaksanakan kebijakan berdasarkan kebutuhan dari rata-rata orang bukan hanya berdasarkan kemampuan orang yang cukup kaya untuk mendapatkan properti,”.

Berbanding terbalik dengan persoalan perumahan yang dihadapi oleh jutaan miskin, diperkirakan terdapat 2,6 juta apartemen kosong yang dimiliki oleh keluarga kaya Prancis.

“Anggaran publik kami telah disalahgunakan dan ini menyebabkan krisis perumahan, kata seorang aktivis, Fabrice Chaarleuf.

Pemerintah Prancis menjalankan kebijakan penghematan belanja sosial menyusul persoalan ekonomi yang mereka hadapi. Kebijakan penghematan ini semakin menekan warga yang berpenghasilan rendah.

PRESS/teleSUR

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut