Peringati Hardiknas, Mahasiswa Yogya Tolak Kapitalisme Pendidikan

Ratusan mahasiswa Yogyakarya yang tergabung dalam Gerakan Revolusi Pendidikan menggelar aksi massa di pertigaan kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Kamis(2/5/2013).

Aksi massa tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Menurut mahasiswa, sejak bergulirnya politik etis di jaman kolonial hingga sekarang, pendidikan hanya menjadi alat untuk menciptakan robot bagi industri kapitalis.

Dalam aksinya, mereka membuat lingkaran besar di jalanan yang menghubungkan Jogja-Solo. Dan ketika sebuah mobil box melintas, mahasiswa menyanderanya dan menjadikannya sebagai panggung untuk mimbar bebas.

Kejadian itulah yang memicu ketegangan antara massa aksi dengan pihak kepolisian. Setelah berorasi di atasnya selama setengah jam, mobil tersebut akhirnya dilepas.

Selain itu, mahasiswa juga membakar ban bekas sebagai simbol protes mereka terhadap sistem pendidikan nasional saat ini. “Sistim pendidikan sekarang harus dirombak total karena masih warisan kolonial,” kata Musyfiq, salah seorang orator.

Dalam aksinya, aliansi yang merupakan gabungan organisasi, seperti LMND, SMI, SEKBER, FAJAR, PEMBEBASAN, dan FAM-Jogjakarta, mengajukan sejumlah tuntutan, seperti pencabutan UU PT, pencabutan UU Sisdiknas, pendidikan gratis untuk seluruh rakyat, demokratisasi kampus, hapuskan UN, menolak kurikulum 2013, dan lain-lain.

Selain itu, mahasiswa juga menyerukan nasionalisasi aset-aset strategis untuk kesejahteraan rakyat, termasuk membiayai pendidikan.

Ardy Ipunk

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut