Suku Anak Dalam Masih Dalam Kemelut Konflik Agraria

Akhir Oktober tahun lalu, Presiden Joko Widodo mengunjungi Suku Anak Dalam (SAD) di Jambi. Kini, dua bulan lebih setelah kunjungan itu, sudahkah nasib SAD menjadi lebih baik?

Hari Rabu (6/1/2016), ratusan warga SAD kembali menggelar aksi demonstrasi di kantor DPRD Batanghari. Mereka menuntut tindakan konkret pemerintah menyelesaikan konflik agraria antara SAD dengan PT Asiatic Persada.

“Kami menuntut DPRD Batanghari segera membentuk panitia penyelesaian konflik agraria. Panitia ini harus melibatkan perwakilan petani dan warga SAD,” ujarnya.

Amiruddin menjelaskan, konflik agraria yang dialami SAD sudah berlangsung sejak 1987 dan hingga kini belum juga ada penyelesaiannya. Menurut dia, dalam kurun waktu yang panjang itu, warga SAD hidup terlunta-lunta karena kehilangan tanah adat dan berulangkali menjadi objek kekerasan.

“Kami sudah cukup lama menderita. Tolong kembalikan tanah ulayat milik SAD seluas 3550 ha yang dirampas oleh PT Asiatic Persada,” ujar Amiruddin.

Dalam aksi tersebut, warga SAD juga menuntut DPRD Batanghari segera membatalkan semua keputusan Tim Terpadu Batanghari. Pasalnya, Tim yang dibentuk untuk menyelesaikan konflik itu justru terbukti menerima gratifikasi dari PT Asiatic Persada.

Usai menggelar aksi di kantor DPRD, massa SAD yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pasal 33 UUD 1945 ini mendatangi kantor Kejaksaaan Negeri Muara Bulian, Batanghari.

Di kantor penegak hukum itu, warga SAD menggelar pesta adat sebagai ungkapan rasa syukur atas diperiksanya Ketua Lembaga Adat Batanghari dan Tim Terpadu Batanghari atas kasus gratifikasi dan penyalahgunaan dana konflik. Selain memotong kambing dan membacakan doa syukur, warga SAD juga mementaskan tarian adat Besale.

Usai menggelar aksi di kantor Kejari, massa SAD melanjutkan aksinya ke kantor Bupati Batanghari. Di sana mereka disambut sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten, seperti Asisten II Pemkab Batanghari Ir Dimyuti, Kabag Hukum MP Rambe, dan Kesbangpol Drs Baedawi.

Dalam pertemuan itu, Pemda berjanji akan mengagendakan pertemuan ulang untuk membahas tuntutan warga SAD.

Ulfa Ilyas

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut