Venezuela: Foto Chavez Dicabut Dari Gedung Parlemen

Harga yang dibayar oleh setiap revolusi yang terpukul mundur memang tidak kecil. Sehari setelah anggota Majelis Nasional Venezuela dilantik, foto mendiang Presiden Hugo Chavez diturunkan dan disingkirkan dari gedung Majelis Nasional.

“Bawa semua gambar itu (gambar Chavez, red) ke Sabaneta (Kampung halaman Chavez, red). Mereka mau menyalakan lilin untuk Chavez lakukan itu di Sabaneta. Di sini bukan pemakaman,” kata Presiden Majelis Nasional Venezuela yang baru, Henry Ramos Allup, saat memerintahkan penyingkiran foto-foto dan lukisan bergambar Hugo Chavez.

Henry Ramos adalah politisi sayap kanan yang sudah malang melintang dalam perpolitikan Venezuela jauh sebelum Revolusi Bolivarian dimulai. Dia termasuk tokoh oposisi yang paling getol ingin menghapus jejak dan warisan Chavez di Venezuela.

“Saya tidak ingin melihat Chavez atau Maduro di sini. Ambil semua gambar sialan itu dan bawa ke Miraflores (Istana Presiden) atau buang ke keranjang sampah,” kata Ramos.

Namun, bukan hanya foto Chavez yang disingkirkan, tetapi juga foto Simon Bolivar. Simon adalah pejuang pembebasan Amerika Latin pada abad ke-19. Termasuk membebaskan Venezuela dari kolonialisme Spanyol.

Pada saat penyingkiran foto Chavez dan Simon Bolivar itu, sejumlah pendukung Chavez berkumpul di depan gedung Majelis Nasional. Mereka memprotes tindakan Presiden Majelis Nasional itu.

Victor Clark, seorang anggota parlemen dari kubu Sosialis, menganggap penyingkiran foto Chavez dan Simon Bolivar sebagai tindakan tidak terhormat dan intoleran.

“Kami mengecam suasana tidak saling menghormati dan intoleran yang coba dilakukan di Majelis Nasional ini,” kata politisi dari Partai Sosialis Venezuela (PSUV) itu, Rabu (6/1/2016).

Clark mengatakan, pihak oposisi yang menguasai parlemen seharusnya menghargai perbedaan politik dan kebebasan mengekspresikan identitas politik.

“Hugo Chavez bukanlah gambar, atau furniture. Dia adalah subjek politik dan dia punya 45 wakil parlemen di sini. Kau tidak bisa menghilangkan dia (Chavez) dalam sejarah modern,” kata Clark.

Memang, sejak sesi sidang parlemen pertama digelar hari Rabu (6/1) kemarin, koalisi oposisi yang tergabung dalam Democratic Unity Roundtable (MUD) aktif melakukan provokasi.

Oposisi sesumbar mengatakan pelengseran Presiden Nicolas Maduro sebagai kerja prioritas pertama mereka. Mereka juga ingin merombak semua program dan Undang-Undang yang selama ini dibuat oleh pemerintahan revolusioner untuk kepentingan rakyat Venezuela.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut