STN Laporkan Aksi Kekerasan Terhadap Petani Ke Kompolnas

Pengurus Serikat Tani Nasional (STN) bersama dengan perwakilan Suku Anak Dalam (SAD) 113 dan petani dari dusun Kunangan Jaya II, Batanghari, Provinsi Jambi, mendatangi kantor Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) di Jakarta, Selasa (7/8/2012).

Pihak STN mengatakan, kedatangan mereka ke Kompolnas bermaksud unttuk mengadukan sejumlah tindakan kekerasan terhadap petani di Jambi. Ironisnya, pelaku kekerasan itu adalah Pam Swakarsa dan preman bayaran.

“Di Jambi, kami dikriminalkan oleh polisi. Tidak hanya itu, kami juga dianiaya dan sejumlah tindakan kekerasan. Bahkan Pam Swakarsa perusahaan melakukan pengrusakan dan pembakaran terhadap rumah kami,” kata Mawardi, aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang turut mendampingi petani.

Menurut Mawardi, aksi kekerasan dan penganiayaan dilakukan oleh PAM Swakarsa dan preman bayaran dari PT. Agronusa Alam Sejahtera dan PT. Wanakasita Nusantara. Katanya, kasus ini sudah dilaporkan ke pihak kepolisian setempat.

Sayangnya, kata Mawardi, pihak kepolisian belum juga memproses pengaduan itu. Karena itu, ia meminta Kompolnas untuk turun tangan. “Kompolnas harus memperhatikan kasus ini. Ada beberapa petani yang saat ini mengalami penyidikan oleh kepolisian,” katanya.

Sementara itu, Kepala Suku Anak Dalam 113, Abas Subuk menyayangkan lambangnya kinerja kepolisian merespon laporan petani. Abas menganggap hukum di negara ini lebih memihak ke pengusaha dan kaum berduit.

Abas menjelaskan, ketika perusahaan merampas paksa lahan rakyat, maka ia bisa bebas dari jeratan hukum. Sebaliknya, ketika seorang rakyat kecil mempertahankan lahannya, mereka justru ditangkapi dan dituding kriminal.

Merespon laporan ini, Dr.Hamidah Abdurrahman,SH.MH selaku anggota Kompolnas yang menangi wilayah jambi berjanji akan bertindak tegas terhadap kepolisian yang menyalahgunakan wewenangnya.

Ia juga meminta kepada Polda Jambi untuk segera menghentikan penyidikan terhadap aktivis dan petani SAD 113 maupun Warga Kunangan Jaya II. Pihaknya juga akan berkunjung ke Jambi terkait kasus penganiayaan dan pembakaran yang tidak segera di proses oleh Polda Jambi.

Joko Supriyadi Nata

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut