SRMI Tolak Kenaikan Harga Tarif Dasar Listrik

Selasa, 18 Mei 2010 | 00.41 WIB | Kabar Rakyat

Laporan: Ana Wahyuni

MAKASSAR, Berdikari Online: Pemerintah dituntut untuk membatalkan rencana kenaikan harga Tarif Dasar Listrik (TDL) pada bulan Juli mendatang. Kenaikan tersebut akan membawa kesulitan ekonomi baru bagi sebagian besar rakyat, terutama rakyat miskin.

Hal ini disampaikan oleh lebih dari 200 orang warga yang tergabung dalam Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), saat menggelar aksi di depan Kantor PLN Wilayah Sulsel, Sultra, dan Sulbar (Sultanbatara), Senin (17/5).

Menurut Ari Arianto, keputusan untuk menaikkan harga TDL tidak akan menyelesaikan krisis listrik nasional, sebab penyebab krisis listrik lebih besar diakibatkan oleh kurangnya pasokan bahan baku energi, minimnya jumlah pembangkit, dan manajemen PLN yang buruk.

Ariyanto mencontohkan, pada tahun 2007, ada lima pembangkit yang menyuplai interkoneksi jaringan listrik Jawa-Bali mengalami gangguan karena persoalan bahan baku. Dua pembangkit, yakni PLTU Cilacap dan PLTG Muara Tawar, terancam stop karena masalah kehabisan batu bara dan terlambatnya pasokan BBM.

Ariyanto malah menduga adanya kepentingan asing di balik kenaikan TDL ini, yaitu liberalisasi sektor kelistrikan. “Ya, biasalah. Kalau pemerintah mau mengundang pemain asing untuk masuk, maka harga listrik dalam negeri harus dibuat kompetitif,” ungkapnya.

Beberapa perwakilan massa diterima berdialog dengan manajer transmisi dan pemasaran PLN Sultanbatara, Andi Lakipadada. Menurut Andi Lakipadada, rencana kenaikan TDL pada bulan Juli mendatang berasal dari pusat, dan tidak ada kewenangan PLN wilayah dalam soal itu.

“Kebijakan itu adalah domain pemerintah pusat. Kami tinggal menjalankannya. Tidak ada kewenangan kami untuk menentukan tarif itu,” ujar Andi Lakipadada.

Andi juga menjelaskan, terjadinya pemadaman listrik secara bergilir dalam beberapa bulan terakhir sangat terkait dengan adanya gangguan, sehingga PLN tidak bisa melayani masyarakat secara maksimal.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut