LMND Makassar Kecam Penangkapan 13 Aktivis dan Warga di Buton

Selasa, 18 Mei 2010 | 01.25 WIB | Kabar Rakyat

Laporan: Qodlie F Sulaiman

MAKASSAR, Berdikari Online: Lebih dari 60 orang aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menggelar aksi solidaritas atas penangkapan 13 orang aktivis dan warga Telaga Raya di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.

Mereka menggelar aksinya di depan Monumen Mandala, Makassar, Senin (17/5), sekitar pukul 15.00 WITA. Dalam aksi tersebut, mahasiswa mengecam keras tindakan penangkapan tersebut sebagai tindakan yang melawan demokrasi dan Pancasila.

Menurut Alwi Takawhielara, ketua LMND Makassar, tindakan mengkriminalkan aksi-aksi perjuangan rakyat tidak sesuai dengan alam demokrasi, dan semakin menjelaskan bahwa Polri merupakan institusi yang memang anti-demokrasi.

“Seharusnya polisi cukup melakukan pengamanan. Dalam kasus di Telaga Raya, Buton, Polisi di sana telah memihak pengusaha secara terbuka,” tegasnya.

Alwi menjelaskan, pihak kepolisian seharusnya menangkap pengusaha PT. Arga Morini Indah (AMI) karena mengingkari kesepakatan dengan warga dan telah memobilisasi preman bersenjata untuk melawan warga.

Namun patut disayangkan, katanya, Polisi telah menjadi alat kekerasan yang dikendalikan pengusaha, sedangkan rakyat menjadi korban dari persekutuan keji tersebut.

Disamping itu, Alwi juga menyesalkan matinya moral pemerintah kabupaten Buton dalam merespon tuntutan warga Telaga Raya. “kami dengarkan dari press release yang dikirimkan, pemda Buton telah bersekongkol dengan pihak pengusaha PT.AMI,” ungkapnya.

Dalam pernyataan sikapnya, LMND menuntut pembebasan tanpa syarat terhadap 13 aktivis dan warga Telaga Raya yang tertangkap. Selain itu, pernyataan sikap itu juga menuntut KPK dan satgas anti-mafia hukum untuk segera melakukan investigas dan pembersihan pejabat korup di kabupaten Buton.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut