SRMI Sulsel Aksi Menolak Privatisasi Air

Puluhan aktivis Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) menggelar aksi massa di kantor DPRD Makassar, Jumat (7/10). Mereka memprotes kenaikan tariff air bersih yang diputuskan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar sejak Juli lalu.

Wahida Baharuddin Upa, Ketua SRMI Sulsel, mengatakan kenaikan tariff air di tingkat masyarakat sudah berkisar 150%, sedangkan versi PDAM menyebutkan bahwa kenaikan hanya sebesar 25%.

“Konsumen rumah tangga sangat terbebani oleh kenaikan drastis itu. Mereka harus mengeluarkan uang berkali-kali lipat dibanding harga sebelumnya,” kata Wahida.

Untuk itu, sebagai bukti lonjakan kenaikan harga yang drastis itu, Wahida menyerahkan puluhan lembar fotocopy rekening tagihan PDAM kepada anggota DPRD Makassar. Rata-rata tagihan itu memperlihatkan kenaikan hingga 150%.

Menanggapi protes ini, anggota DPRD Makassar berjanji akan membahas hal itu dalam rapat dengar pendapat pada pekan depan. “Kita akan mengundang semua pihak terkait untuk membahas persoalan ini,” kata Irwan ST, anggota DPRD dari fraksi PKS.

Untuk diketahui, sejak Juli 2011 lalu, pihak PDAM Makassar secara sepihak telah menaikkan tariff air bersih sebesar 25%. Kenaikan itu adalah kenaikan tahap pertama dari rencana tiga kali kenaikan hingga 2013 mendatang.

Kenaikan tahap kedua direncanakan akan dilakukan pada tahun 2012 sebesar 10%, dan kemudian tahap ketiga pada tahun 2013 sebesar 15%.

Wahida menganggap kenaikan itu sebagai konsekuensi dari kebijakan Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, yang ngotot melakukan privatisasi. “Rencana privatisasi itu sudah digulirkan Walikota sejak lama.”

Rencana ini, kata Wahida, sudah dimulai dengan menswastakan semua instalasi pengolahan air (IPA). “IPA Panaikan dan Somba Opu akan sudah diserahkan kepada pihak swasta.”

Pada tahun 2007, pihak PDAM sudah merangkul pihak swasta, yaitu PT. Traya. Dalam kerjasama dengan pihak swasta itu, pihak PDAM selalu merugi. “PDAM diharuskan mensubsidi pihak swasta (PT. Traya) sekitar Rp2,2 milyar pertahun,” kata Bastian Lubis, mantan Badan Pengawas PDAM Makassar.

Sebelumnya, pada tahun 2006, PDAM Makassar sudah pernah menaikkan tariff secara signifikan: dari Rp1000 menjadi Rp2750.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut