Puluhan Sopir Transjakarta Mogok Kerja

Puluhan sopir Transjakarta koridor III, yang melayani jurusan Harmoni-Kalideres, melakukan mogok kerja tadi pagi (29/2/2012). Mereka memprotes pembayaran gaji yang belum sesuai upah minimum provinsi.

Bustomi, salah seorang sopir Transjakarta koridor III, mengaku tidak puas dengan gaji yang mereka terima saat ini. “Kami hanya menerima Rp 1.229.000, sedangkan ketentuan UMP (Upah Minimum Provinsi) sekarang Rp 1.500.000. Mestinya ada kesetaraan,” katanya.

Bustomi berharap agar pengelola Transjakarta bisa membayarkan gaji para sopir sesuai dengan UMP DKI Jakarta. Selain itu, kata Bustomi, para sopir juga memprotes pembedaan antara sopir lama dan sopir baru.

“Kami hanya menuntut keadilan,” katanya saat melangsungkan aksi di Pool Transjakarta Rawa Buaya, Rabu (29/2/2012).

Sementara itu, menanggapi protes para sopir Transjakarta, pihak Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta mengatakan pihak yang menggaji para pengemudi itu adalah operator bus.

“Kalau untuk Transjakarta Koridor III, itu yang bertanggung jawab adalah operator Trans Batavia. Begitu pula dengan urusan gaji, itu internal mereka. Dan BLU tak terlalu ikut campur,” kata Kepala BLU Transjakarta, Akbar, di Jakarta.

Akibat aksi pemogokan itu, ratusan penumpang menumpuk di 17 halte yang mestinya dilalui oleh Transjakarta koridor III. Para penumpang itu, yang sebagian besar tidak tahu perihal rencana pemogokan ini, mengaku kelabakan untuk mencapai tempat kerjanya.

ULFA ILYAS

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut