Sepuluh Aktivis Mogok Makan Di Depan Kantor Newmont

Sepuluh orang aktivis dari Persatuan Rakyat NTB menggelar aksi mogok makan di depan kantor PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT), siang tadi. Aksi ini dinyatakan sebagai bentuk protes atas rencana perpanjangan izin pembuangan tailing (limbah pertambangan) ke Teluk Senunu, Kabupaten Sumbawa Barat.

Saat memulai aksinya, para aktivis menggunakan lakban hitam untuk menutup mulutnya. Para peserta mogok makan tetap terlihat bersemangat meski hujan terus-menerus mengguyur sepanjang hari jumat tadi.

Menurut koordinator aksi ini, Ahmad Rifai, pembuangan tailing alias limbah tambang ke laut itu sangat berpotensi merusak lingkungan dan membahayakan rakyat banyak.

Sampai berita ini diturunkan, sebuah laporan menyebutkan bahwa sebagian peserta mogok makan mulai lemas. Meski begitu, aksi mogok makan ini tetap dijadwalkan berlangsung dalam dua hari ini.

Kata Ahmad Rifai, senyawa kimia atau logam berat berbahaya yang dikandung limbah hasil pertambangan itu bisa menjalar dan berproses sejauh 10 hingga 20 mil.

PT.NNT, yang sudah beroperasi selama 11 tahun, membuang tailing ke laut dengan menggunakan sistem “Submarine Tailing Disposal” (STD) ke dasar laut sebanyak 120 ribu ton setiap hari.

Ratusan ribu ton tailing tersebut dihasilkan dari lubang berdiameter 4000 meter dengan kedalaman sekitar 500 meter di bawah permukaan laut. Lubang raksasa itu sudah pasti akan menjadi warisan PT NNT kepada masyarakat NTB, khususnya yang berdiam di Pulau Sumbawa.

Selain menolak rencana perpanjangan ijin pembuangan tailing, aktivis Persatuan Rakyat NTB juga mengungkapkan solidaritas atas perjuangan Rakyat Sumbawa Barat yang menuntut 7% divestasi saham Newmont.

Ahmad Rifai menjelaskan, ada baiknya prioritas diberikan kepada rakyat Sumbawa barat, yang selama ini menanggung langsung dampak-dampak pertambangan. Ia berharap agar pemerintah daerah dan pusat tidak dipecah-belah oleh Newmont terkait siapa yang berhak atas 7% saham itu.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • mestinya pemerintah NTB lebih arif dan bijak menyikapi persoalan ini jangan mengorbankan masa depan anak bangsa di NTB karena kepentingan sesaat….pemerintahan SBY hanya mengedepankan pencitraan dirinya saja tanpa memperhatikan secara langsung nasib rakyat di bawah…bagaimana yang namanya begundal investor merampok / mengexploitasi SDA alam dinegri ini…dibiarkan …kasus lumpur lapindo jawa timur …limbah mercure di buton ,bagaimana nasib rakyat papua yang kaya akan SDA tapi masyarakatnya hidup dibawah garis kemiskunan..peminpin negri ini peminpin bedebah..negri ini negri impian …..