Separuh Anggota Kabinet Baru Kanada Adalah Perempuan

Perdana Menteri Kanada yang baru, Justin Trudeau, sudah mengumumkan formasi Kabinetnya, Rabu (4/11/2015). Yang menarik, Trudeau membuat banyak kejutan dalam formasi Kabinetnya ini.

Pertama, dari 30 orang yang menjabat Menteri di kabinetnya, sebanyak 15 orang atau 50 persen adalah perempuan. Ini sesuai dengan janji kampanyenya untuk membawa kesetaraan gender dalam pemerintahannya.

Ketika ditanya soal prioritas kesetaraan gender di dalam kabinetnya, Trudeau hanya menjawab singkat: “Karena ini tahun 2015.” Jawaban itu mendapat tepuk tangan meriah.

Trudeau sendiri mengaku pro-feminis. Di laman twitternya politisi berusia 43 tahun ini menulis: “Saya feminis. Dan saya bangga menjadi feminis.”

Yang kedua, Trudeau menempatkan empat politisi penganut Shik dan keturunan India di pemerintahannya. Mereka adalah Navdeep Bains (38 tahun) sebagai Menteri Pembangunan Ekonomi; Harjit Sajjan (43 tahun) sebagai Menteri Pertahanan; Amarjeet Sohi sebagai Menteri Infrastruktur; dan Bardish Jhagger sebagai Menteri Pariwisata.

Di Kanada, Sikh adalah golongan minoritas, yakni sekitar 470 ribu orang atau 1,4 persen dari total penduduk Kanada.

Selanjutnya, dia juga menunjuk dua orang Aborigin sebagai Menteri, yaitu Jody Wilson-Raybould sebagai Menteri Kehakiman dan Hunter Tootoo sebagai Menteri Perikanan.

Tidak hanya itu, di Kabinet baru Trudeau ini ada tiga Menteri yang bukan kelahiran Kanada. Salah satunya adalah Maryam Monsef, yang lari dari Afghanistan 20 tahun lalu, menempati posisi sebagai Menteri Lembaga-Lembaga Demokratis. Dia juga muslim pertama yang menjadi Menteri dalam sejarah Kanada.

Yang tak kalah menarik, Trudeau juga menunjuk dua orang penyandang disabilitas, yaitu Kent Hehr sebagai Menteri Veteran dan  Carla Qualtrough sebagai Menteri Olahraga.

Trudeau adalah seorang politisi dari Partai Liberal. Dia diangkat sebagai Perdana Menteri ke-23 Kanada, Rabu (4/11/2015) lalu, setelah memenangi pemilu pada 20 Oktober lalu. Sejak kampanye, dia berkomitmen terhadap kesetaraan gender dan merawat keragaman yang menjadi identitas Kanada.

Selama kampanye, dia juga menjanjikan akan membuka pintu Kanada bagi pengungsi Suriah. Dia juga berjanji untuk menarik jet tempur Kanada dari front pertempuran yang dipimpin oleh AS melawan Negara Islam (ISIS) di Irak dan Suriah. (Rini)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut