Sejumlah Aksi Massa Mengecam Kekerasan Polisi Di Picuan

aksi protes

Aksi solidaritas untuk perjuangan rakyat di Picuan, Kecamatan Motoling, Minahasa Selatan, berlangsung di berbagai daerah. Di Makassar, Sulawesi Selatan, sedikitnya 50 anggota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menggelar aksi solidaritas.

Aksi massa ini dilakukan di bawah jembatan fly-over Makassar. Selain membentangkan spanduk dan melakukan orasi secara bergantian, massa aksi LMND juga menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan kekerasan polisi terhadap massa rakyat.

“Kejadian di Picuan membuktikan betapa polisi gagal mengayomi dan melindungi rakyat. Yang terjadi, polisi justru menjadi penjaga kepentingan pemilik modal,” kata Ketua LMND Makassar, Jens Marewa.

Jens mengatakan, kejadian di Picuan juga merupakan potret dari orientasi kebijakan negara, termasuk di daerah, yang makin mengabdi kepada kepentingan segelintir pemilik modal. “Ini melenceng dari semangat pasal 33 UUD 1945,” tegas Jens saat berbicara kepada Berdikari Online.

Aksi solidaritas juga digelar oleh aktivis LMND di Bima, Nusa Tengara Barat. Sedikitnya 30-an anggota LMND Bima mendatangi markas Polres Bima untuk menyampaikan protes mereka.

“Ini adalah pelanggaran terhadap kemanusiaan. Tindakan kekerasan dan kriminalisasi oleh kepolisian di Minahasa itu tidak dapat dibenarkan,” kata Ketua LMND Bima, C Sardin.

Di akhir aksinya, aktivis LMND Bima menyerahkan surat pernyataan mereka kepada pihak Polres. Pihak Polres berjanji akan menyampaikan surat pernyataan itu ke Mabes Polri di Jakarta.

RUSDIANTO ADIT AMOERSETYA

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut