Security Nekat Mencuri Karena Gajinya Belum Dibayarkan

Seorang security yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru, berinisial Lr, tertangkap tangan oleh temannya sendiri ketika berusaha mencuri sebuah hand-phone di salah satu ruang perawat.

Lr mengaku melakukan tindakan tidak terpuji tersebut karena tekanan ekonomi, dimana ia harus membayar sewa kontrakannya. Sementara pihak RSUD Arifin Achman, tempat ia bekerja dan menggantungkan hidup, ternyata belum membayar gaji security tersebut.

Pernyataan polos dari Lr ini terungkap saat persidangan di Pengadilan Negeri Pekanbaru. Dalam persidangan itu, pihak majelis hakim bersepakat untuk menjatuhkan hukuman penjara 1 tahun kepada Lr, plus kewajiban mengembalikan barang bukti seutuhnya kepada pihak korban.

Menanggapi kasus ini, aktivis dan sekaligus pengamat sosial Agun Sulfaira mengaku sangat prihatin dengan nasib Lr dan orang-orang yang bernasib sama, yang karena persoalan ekonomis harus melakukan praktik kejahatan.

Menurut Agun, ada banyak kejadian yang membuktikan bahwa orang melakukan praktek kejahatan karena tekanan-tekanan ekonomi, seperti membayar kontrakan, membayar uang sekolah anak, memberi makan keluarga, dan lain sebagainya.

Karena itu, Agun pun menganggap pemerintah sebagai pihak paling bertanggung-jawab atas kejadian seperti ini, karena regulasinya telah membuat seseorang berubah menjadi penjahat.

Agun juga melontarkan kritik terhadap aparat penegak hukum yang dianggapnya hanya berani mengadili orang-orang miskin seperti Lr, tetapi mereka tidak bisa menangkap dan mengadili para koruptor besar di negeri ini.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut